HANKAM

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Berhasil Luncurkan Exocet MM40 Block 3 di Laut Jawa

Rudal
Rudal Exocet MM40 Block 3 ditembakkan dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - KRI I Gusti Ngurah Rai-332 berhasil melaksanakan penembakan rudal Exocet MM40 Block 3 dalam fase laut latihan Armada Jaya 2023 di Laut Jawa, Jumat (30/6).

Dipimpin oleh Dansatgaa Kolonel Laut (P) Lukman Kharis, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menembakkan surface-to-surface missile (SSM) itu ke sasaran eks KRI Karang Tekok-982.

Penembakan imi merupakan bagian dari Operational Live Firing Trial (OLFT) dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur, terutama pada aspek peperangan anti-kapal permukaan.

Baca Juga: Simpatisan TPN-OPM Serahkan 4 Pucuk Senjata Api dan Munisi

SSM Exocet MM40 Block 3 adalah rudal yang memiliki diameter 0,35 m dengan panjang 5,8 m dan kecepatan 0,9 mach.

Rudal ini memiliki kemampuan fire and forget, all weather, high subsonic, sea-skimming, inertial navigation, active homing head, long range missile, 360 missile axes, no-go zone, coastal line, littoral attack, horizontal waypoints, vertical waypoints, angular manoeuvre, end manoeuvre, proximity function, re-attack, search mode, masking, target priority, dan search criterion.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNi Muhammad Ali yang menyaksikan langsung penembakan Exocet MM40 Block 3 dari KRI RE Martadinata-331 sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat serta sukses atas keberhasilan uji coba tersebut.

"Saya sangat bangga dan apresiasi tinggi atas kerja samanya, kerja kerasnya, dedikasi seluruh prajurit pada Armada Jaya 2023," ungkap Ali dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (1/7).

Baca Juga: Modernisasi Alutsista, TNI AU Miliki Unit Pemeliharaan Pesawat Tempur Sukhoi 27/30

Sebelumnya, Armada Jaya 2023 bertujuan meningkatkan kemampuan unsur pimpinan, staf Komando Gabungan TNI dan Komando Tugas Gabungan dalam proses pengambilan keputusan militer (PPKM) pada pelaksanaan operasi gabungan TNI.

Selain itu, Armada Jaya 2023 juga bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL dan kesiapan operasional serta keterpaduan komponen SSAT, dan menguji doktrin operasi gabungan TNI.

"Pertahankan dan tingkatkan kesiapan prajurit serta kondisi alutsista untuk menghadapi event latihan yang lebih besar, yaitu latgab TNI, PPRC TNI, dan Super Garuda Shield," ujar Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.