HANKAM

KRI Frans Kaisiepo-368 Pimpin Latihan Gabungan dengan Militer Lebanon

MTF
MTF bersama LAF Navy dan Air Force, melaksanakan latihan gabungan VIP Day di Laut Mediterania. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - KRI Frans Kaisiepo-368 mendapat kepercayaan untuk memimpin latihan gabungan di Laut Mediterania yang bertajuk "VIP Day", Selasa (26/4).

Pertama kali dalam sejarah, Maritime Task Force-United Nations Interim Force in Lebanon (MTF-UNIFIL) menggelar latihan gabungan di Laut Mediterania melibatkan unsur MTF, Lebanese Armed Forces (LAF) Navy dan Air Force.

Latihan gabungan tersebut digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan interoperabilitas LAF Navy dan Air Force, sehingga mampu mengamankan wilayahnya secara mandiri.

Baca Juga: Waaspotdirga KSAU: Komcad Merupakan Kekuatan Pendukung TNI

Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, mengungkapkan keberhasilan latihan ini adalah pencapaian penting dari implementasi mandat PBB pada pilar capacity building.

MTF
(Foto: Dok. Dispenal)

"Latihan ini juga memperkuat kepercayaan diri Panglima Angkatan Bersenjata LAF setelah melihat langsung progres kemampuan dan profesionalitas prajurit yang dipimpinnya," ungkapnya dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (29/4).

MTF Commander Rear Admiral Michael Busse yang meninjau langsung kegiatan, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan latihan kepada seluruh prajurit KRI Frans Kaisiepo-368 karena memberikan performa yang profesional dalam memimpin VIP Day.

Baca Juga: Evakuasi Hari Kedua, TNI AU Kembali Berhasil Membawa 355 WNI dan 17 WNA dari Sudan

"MTF UNIFIL terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan kapasitas LAF, sehingga dapat melaksanakan tugas keamanan maritim secara mandiri," ujar Busse.

"Sejak Desember 2022, LAF Navy telah meningkatkan kemampuan secara signifikan dalam melaksanakan fungsi command and control MIO atas perairan Lebanon dengan didukung MTF," imbuhnya.

Selain KRI Frans Kaisiepo-368, latihan turut melibatkan fregat Turki TCG Salihreis (F-246), pusat komando dan kendali LAF Navy, 10 coastal radar site di sepanjang Pantai Lebanon, dua patrol boat LAF Navy (LNS Tabarja dan LNS Trablous), quick response units, pesawat udara Cessna 208, helikopter SA 330 Puma, drone Scan Eagle, dan boarding teams. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.