HANKAM

KRI Bung Hatta Merapat di Manggarai, Pasok Sembako Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Prajurit TNI AL
Prajurit TNI AL membongkar muatan paket sembako dari KRI Bung Hatta-370 di Pelabuhan Reo, Manggarai, NTT, Senin (17/8) untuk disalurkan ke korban gempa. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Kapal perang KRI Bung Hatta-370 bersandar di Pelabuhan Reo membawa muatan logistik untuk warga terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8). Prajurit langsung mengangkut muatan bahan pokok menuju kantong-kantong pengungsian.

Penyaluran logistik menyasar dua lokasi penampungan di wilayah Reo. Lokasi pertama berada di Lapangan Barangkolong yang menampung 1.330 jiwa sekaligus menjadi posko induk bersama pihak kecamatan. Lokasi kedua bertempat di Lapangan Golo Sita dengan jumlah 583 pengungsi.

Baca Juga: Prajurit TNI AD dan US Army Ikut Lomba Balap Karung di Puslatpur Kodiklatad

Dalam operasi kemanusiaan ini, TNI AL menyalurkan 105 paket sembako, 205 dus mi instan, serta 80 dus air mineral kemasan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga selama mengungsi.

Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada II Laksamana Pertama TNI Edy Setyawan menjelaskan, armada laut bekerja sama dengan aparat teritorial darat di lapangan agar penyaluran bahan pangan berjalan tertib.

"Prajurit mengerahkan satu truk operasional Pangkalan TNI AL Labuan Bajo dan satu mobil Koramil Reo untuk membawa sembako ke lokasi pengungsian," kata Edy, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (18/8).

Aan Harminanto
Komandan Lanal Labuan Bajo Letkol Laut (P) Aan Harminanto menyerahkan paket sembako langsung kepada warga terdampak bencana di Pulau Seraya, NTT. (Foto: Dok. TNI AL)

Penyaluran bantuan juga menjangkau wilayah kepulauan sekitar. Pada hari yang sama, personel Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo menyeberangi laut selama satu jam menuju Pulau Seraya.

Komandan Lanal Labuan Bajo Letkol Laut (P) Aan Harminanto memimpin personelnya menyambangi pesisir pulau untuk membagikan paket makanan sekaligus memberi edukasi mitigasi agar warga tidak terpengaruh kabar bohong pascagempa.

Baca Juga: Kopaska dan US Navy SEAL Latihan Tempur Jarak Dekat hingga Sniper

Warga Pulau Seraya, Syarifudin, mengaku lebih tenang setelah menerima bantuan langsung di pulau tempat tinggalnya.

"Kami sudah dua hari mengungsi dan masih merasa takut. Hari ini kami merasa lebih tenang karena TNI AL datang langsung melihat keadaan kami, memberikan penjelasan dan bantuan," kata Syarifudin.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.