HANKAM

KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran dari Singapura ke Kamboja

KJK
KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran dari Singapura menuju Kamboja, Senin (12/8). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci melanjutkan etape ketiga pelayaran muhibah Kartika Jala Krida (KJK) 2024 ke Kamboja, Senin (12/8), usai tiga hari sandar di Singapura.

Sebelumnya, kapal layar latih TNI AL itu melakukan etape pertama dari Surabaya dan tiba di Jakarta, pada Sabtu (3/8). Kemudian, tiga hari berikutnya KRI Bima Suci melanjutkan etape kedua dari Jakarta menuju Singapura dan tiba, pada Jumat (9/8).

Sebelum keberangkatan pelayaran etape ketiga ke Kamboja, prajurit KRI Bima Suci beserta taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-71 melaksanakan apel kelengkapan yang dipimpin oleh Palaksa Mayor Laut (P) Mario Marco W.

Baca Juga: Tongkat Komando Yonif 754 Kini Dipegang Mayor Inf Arief Handoko Usman

"Dilanjutkan laporan kesiapan kapal kepada Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso," tulis keterangan Dispen Koarmada II, dikutip di Jakarta, Senin (12/8).

KJK
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Pada pelayaran muhibah Kartika Jala Krida 2024, KRI Bima Suci membawa 96 personel kapal dan 189 taruna AAL angkatan ke-71 yang dibagi menjadi empat gelombang. Selama 90 hari ke depan, kapal layar latih ini akan mengarungi rute yang panjang dan menantang.

Rute tersebut yaitu Surabaya - Jakarta - Singapura - Kamboja - Vietnam - Cina - Korea Selatan - Rusia - Jepang - Filipina - Balikpapan, dan kembali ke pangkalan di Surabaya dengan jarak tempuh 10.715 mil nautika (Nm).

Baca Juga: Uji Persenjataan dan Sensor, KRI Halasan Gelar Penembakan Meriam di Selat Bangka

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan misi pelayaran muhibah Kartika Jala Krida bukan hanya tentang latihan dan pelayaran. Dia berharap para taruna dapat membangun hubungan yang erat dan emosional dengan rekan-rekan dari negara lain.

KJK
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Hal tersebut diharapkan dapat mempengaruhi hubungan diplomatik antara Indonesia dan negara-negara sahabat di masa depan.

"Diharapkan para taruna mempunyai hubungan yang erat, hubungan emosional dengan beberapa rekannya dari negara-negara lain dan nanti sampai ke depan akan mempengaruhi hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara-negara sahabat," pesan Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.