KRI Bima Suci Direncanakan Berlayar ke Asia Tenggara Agustus 2025

Jakarta, IDM – Kapal layar latih untuk kadet angkatan laut, yakni KRI Bima Suci sedang dipersiapkan untuk kembali mengarungi samudra dalam misi pelayaran muhibah dan diplomasi 'Kartika Jala Krida' 2025.
Hal itu disampaikan oleh Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto dalam paparan laporan kesiapan pelayaran Kartika Jala Krida dan kadet Asean 2025, dipimpin Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya, Surabaya, Rabu (4/6).
Berbeda dari pelayaran tahun sebelumnya hingga ke negara di Asia Timur dan Eropa Timur, pada 2025 ini KRI Bima Suci direncanakan hanya berlayar ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Kemhan RI Akan Manfaatkan Landasan Pacu di Morotai untuk Latihan Bersama
"Satgas muhibah diplomasi duta bangsa 2025 direncanakan akan melaksanakan pelayaran ke negara-negara Asia Tenggara menggunakan KRI Bima Suci," ungkap Sugeng, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (5/6).
Adapun misi muhibah dan diplomasi kali ini merupakan bagian dari latihan dan praktik pelayaran Kartika Jala Krida bagi taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat II angkatan ke-72 serta pelayaran internasional para kadet Asean.
"Pelayaran ini akan berlangsung selama 60 hari, mulai 1 Agustus hingga 30 September 2025," lanjutnya.
Baca Juga: Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Berikan Edukasi Tentang Profesi TNI di Perbatasan
Pada 2024 lalu, KRI Bima Suci memulai kembali pelayaran perdana ke Vladivostok, Rusia, pascalima tahun tidak menempuh rute menuju Asia Timur dan Eropa Timur dikarenakan pandemi Covid-19 pada 2020-2021, satgas hanya melaksanakan rute pelayaran muhibah di dalam negeri.
Kemudian, pascapandemi Covid-19 pada 2022, satgas Kartika Jala Krida mulai berlayar hingga ke luar negeri, yakni Asia Tenggara dan Australia. Sedangkan pada 2023, selama tujuh bulan kapal layar latih itu mengarungi benua Asia, Afrika dan Eropa.
Pada pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida 2024, KRI Bima Suci membawa 98 personel kapal dan 189 taruna AAL angkatan ke-71. Selama 90 hari dengan total jarak tempuh 10.715 mil laut, kapal layar latih ini mengarungi rute Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan, dan kembali ke pangkalan di Surabaya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































