HANKAM

Kostrad TNI AD Tambahkan Materi Baru dalam Latihan, Mampu Porak-porandakan Musuh

prajurit
Penutupan latihan standardisasi prajurit Kostrad Cakra XVI di satuan latihan tempur (Satlatpur) Taipur, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (5/11). (Foto: Penkostrad)

Jakarta, IDM - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Mohammad Fadjar mengatakan pihaknya menambahkan materi latihan baru kepada prajurit Kostrad.

Hal ini dikatakannya saat menutup latihan standardisasi prajurit Kostrad Cakra XVI di satuan latihan tempur (Satlatpur) Taipur, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (5/11).

Baca Juga: Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud Tinjau Perbatasan RI-Malaysia, Ada Apa?

Ia menjelaskan bahwa latihan standardisasi Cakra XVI kali ini berbeda dari sebelumnya, karena selain dibekali pengetahuan taktik dan teknik bertempur satuan hubungan kecil (regu/tim), para peserta juga dibekali materi spesialisasi meliputi demolisi, penembak runduk (bakduk), kesehatan lapangan (keslap), komunikasi elektronika (komlek) dan drone, peralatan/persenjataan serta mountaineering.

prajurit
(Foto: Penkostrad)

"Latihan ini mengakomodir hal-hal terbaik yang ada di Kostrad dan memberikan materi baru berupa spesialisasi yang harus dikuasai oleh prajurit," kata Fadjar.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kemampuan spesialisasi yang dimiliki oleh prajurit Kostrad, sangat dibutuhkan saat dihadapkan pada tugas pertempuran.

Baca Juga: TNI AD Punya Harapan Khusus untuk Atlet Rizki Juniansyah Setelah Resmi jadi Prajurit

"Dalam operasi gerilya, daya tempur satuan-satuan kecil memungkinkan untuk melakukan pukulan-pukulan terkoordinir terhadap lawan sehingga mampu menggerogoti kekuatan lawan," jelas Fadjar.

prajurit
(Foto: Penkostrad)

Ia berharap kepada para prajurit Kostrad yang telah menyelesaikan latihan Cakra XVI untuk terus memelihara kemampuannya dan menjadi pelatih materi spesialisasi bagi rekan-rekannya di satuan, dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan Kostrad.

"Kostrad sebagai satuan terbesar dan terkuat TNI AD, selain mampu bertempur dalam hubungan besar yang melibatkan berbagai kecabangan, juga dituntut untuk siap bertempur dengan unit-unit kecil," tutup Fadjar. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.