Korps Marinir TNI AL dan AS Terlibat Pertempuran Jarak Dekat di Sukabumi

Jakarta, IDM - Korps Marinir TNI AL dan pasukan Korps Marinir AS, Pasifik (US Marine Corps Forces, Pacific) berlatih pertempuran jarak dekat atau close quarter battle di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (27/11).
Close quarter battle dilakukan pada jarak dekat atau di dalam ruangan yang bersifat agresif, dadakan, dan selektif fire. Kecepatan, kekerasan, dan daya kejut yang luar biasa menjadi modal utama dalam pertempuran ini.
Latihan diawali dengan materi kelas lapangan yang disampaikan para instruktur, dilanjutkan dengan drill menggunakan bangunan-bangunan yang ada di Pusat Latihan Tempur Matinir (Puslatpurmar) 6 Antralina, Sukabumi.
Baca Juga: Kolonel Inf Polsan Situmorang Raih Book Prize Award National Defence College India
Pada latihan tersebut, prajurit Marinir kedua negara saling bertukar taktik serta informasi mengenai taktik tempur tersebut. Saat drill, para prajurit menyelesaikan sasaran di dalam gedung dengan menggunakan tanda-tanda tempur taktis.

Lebih lanjut, Dansatgas Keris Marex 2023 Letkol (Mar) Arief Bastian Sanusi Chaniago, mengatakan latihan bersama bertujuan menambah pengetahuan dan memantapkan prajurit Marinir kedua negara dalam taktik bertempur.
"Termasuk dalam melaksanakan taktik pertempuran di ruangan dan gedung yang ada di perkotaan," jelas Arief, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (28/11).
Baca Juga: 600 Prajurit Buaya Putih Selesai Latihan Persiapan Pratugas untuk Dikirim ke Papua
Sebelumnya, sebanyak 150 prajurit Korps Marinir TNI AL dan 150 anggota pasukan US Marine Corps, khususnya Marine Rotational Force-Southeast Asia mengikuti latihan bersama Keris Marex-23 yang akan berlangsung dari 23 November-11 Desember.
Pada tahun ini, Marinir Indonesia dan Amerika saling berlatih bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan pesisir, menembak, senjata multikru, dan kemampuan sistem pertahanan udara gabungan tanpa awak. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































