HANKAM

Korps Marinir Bentuk Detasemen Intai Para Amfibi di Jakarta, Surabaya, Sorong

Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi
Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi meresmikan pembentukan Detasemen Intai Para Amfibi, Jakarta, Jumat (15/8). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Korps Marinir meresmikan pembentukan Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) sekaligus melikuidasi Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi dan dihadiri Komandan Pasmar 1 Brigjen (Mar) Ena Sulaksana beserta jajaran perwira tinggi lainnya di Jakarta, Jumat (15/8).

Endi menjelaskan, restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan profesionalisme satuan di lingkungan Korps Marinir. “Struktur baru ini memastikan setiap satuan selalu siap melaksanakan tugas sesuai kebijakan pimpinan,” jelasnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Baca Juga: Kapal Angkut MV Cape Hudson Tiba di Lampung Bawa Alutsista Peserta Super Garuda Shield 2025

Sejalan dengan pembentukan organisasi baru tersebut, Endi juga melantik tiga komandan detasemen, yaitu Letkol (Marinir) Romanimbun Butar-Butar sebagai Komandan Denipam 1 yang bermarkas di Jakarta.

Kemudian, Letkol (Mar) Muhammad Abdillah sebagai Komandan Denipam 2 di Surabaya, Jawa Timur dan Letkol (Mar) Mintarjo ditugaskan menjadi Komandan Denipam 3 di Sorong, Papua Barat Daya.

Tak hanya Denipam, Endi juga meresmikan pembentukan Dinas Senjata dan Elektronik (Dissenlek) dengan Kolonel Laut (E) Risang Sadewa sebagai Kepala Dissenlek Korps Marinir.

Baca Juga: Perdana, JAT Akan Tampilkan Manuver Udara dengan Asap ‘Merah Putih’ di HUT ke-80 RI

Sebelum dilikuidasi, Yontaifib merupakan salah satu satuan elit Korps Marinir yang memiliki kemampuan khusus operasi darat, laut, dan udara, termasuk penyusupan amfibi, pengintaian, hingga kontra-terorisme maritim. Satuan ini telah mencatatkan berbagai operasi strategis sejak masa Operasi Trikora hingga penugasan modern di wilayah perbatasan dan laut lepas.

Kemudian, pembentukan Denipam untuk melanjutkan peran Yontaifib dengan struktur yang lebih ramping dan spesifik. Satuan ini ditempatkan di tiga titik strategis, Jakarta, Surabaya, dan Sorong untuk menjangkau wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia.

Dengan penempatan di tiga titik strategis tersebut, TNI AL berharap kecepatan respons dan mobilitas pasukan intai amfibi semakin optimal untuk memperkuat kemampuan tempur sekaligus menjawab tuntutan tugas di tengah dinamika keamanan maritim kawasan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.