Korban Kecelakaan Truk TNI AD jadi Anak Angkat Pangdam Pattimura

Jakarta, IDM – Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto memastikan korban kecelakaan kendaraan dinas TNI AD yang masih berusia 14 tahun akan menjadi anak angkatnya. Hal ini dikatakan Dody saat menjenguk korban beberapa waktu lalu.
Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Selasa (21/4), saat kunjungan tersebut Dody penuh empati hadir langsung untuk memastikan kondisi sang anak, memberikan semangat, serta dukungan moral kepada keluarga.
"Tatapan hangat dan sentuhan kepedulian menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga pelindung rakyat. Di tengah suasana haru tersebut, sebuah keputusan penuh makna pun diambil," tulis keterangan Kodam XV/Pattimura.
Baca Juga: Wakil KSAD ke Pussenif, Berikan Arahan kepada Ratusan Calon Komandan Satuan
Dody memastikan keputusan menjadikan anak angkat ini adalah murni dari rasa kemanusiaan. Orang tua sang anak pun memintanya untuk mempertimbangkan tapi sudah menjadi keputusan bulat sang jenderal.
"Tidak usah dipikirkan. Sudah, pokoknya jadi anak angkat saya saja. Jadi Ibu, Bapak, yang penting pertama, korban harus sembuh. Ya. Sembuh, sehat. Insyaallah saya akan tanggung jawab ini. Biar sekolah, difasilitasi, SMA, pokoknya sampai lulus dan yang penting sekarang sembuh dulu. Sehat, semangat, latihan, fisiknya dijaga ya dan tumbuh sehat," kata Dody.
Untuk diketahui sebelumnya prajurit TNI AD dari Kodam XV/Pattimura juga telah menyumbang puluhan kantong darah untuk Shakira Kerenpukh Pagaya (14), korban kecelakaan kendaraan dinas TNI AD yang mengalami cedera serius pada bagian panggul.
Baca Juga: TNI AU-RSAF Perkokoh Kerja Sama Pertahanan lewat Latma dan Pengembangan Kapabilitas HADR
"Kodam juga telah menyerahkan santunan sebesar Rp25.000.000 kepada keluarga untuk meringankan beban awal. Hingga hari ke-41 perawatan, pihak kami juga terus memantau perkembangan kesehatan ananda Shakira secara konsisten guna memastikan ia mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih total,” kata Kapendam XV/Pattimura, Kolonel Heri Krisdianto.
Lebih lanjut Heri memastikan proses hukum terhadap sopir kendaraan tetap berjalan. Kini yang bersangkutan tengah diproses hukum, dan kendaraan truk tersebut masih ditahan di Pomdam XV/Pattimura sebagai barang bukti. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































