Wakil KSAD ke Pussenif, Berikan Arahan kepada Ratusan Calon Komandan Satuan

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memberikan pengarahan kepada peserta pendidikan calon Komandan Brigade/Resimen, Danyon, calon Komandan Detasemen, serta calon Wadanyon di Pussenif, Bandung, Senin (20/4).
Sebagai komandan satuan (Dansat), pesan Saleh, menjadi pemimpin humanis seperti membangun kedekatan, kepedulian, serta memiliki ikatan yang kuat dengan prajurit merupakan hal yang penting.
“Tidak hanya dibutuhkan kepedulian, tidak hanya dibutuhkan pengarahan-pengarahan, tetapi hatimu harus ada di situ, kamu harus cek, kamu harus turun, kamu harus bicara langsung,” kata Saleh.
Baca Juga: TNI AL Gelar Pasukan Latopslagab 2026, Pangkoarmada RI: Latihan Serasa Perang Sungguhan!
Seorang komandan tidak hanya cukup memberikan perintah, tetapi harus hadir di tengah anggota dan membangun komunikasi efektif.
“Komunikasi langsung dengan anggota harus kalian lakukan,” ucap Saleh.
Komandan satuan, jelasnya, harus mampu berperan sebagai orang tua, mitra kerja, sekaligus guru dan pelatih bagi anggotanya, guna membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter.
Melalui seleksi yang ketat serta pola pendidikan yang terprogram, para peserta diharapkan mampu menjadi komandan yang membawa pengaruh positif, membangun semangat, serta memperkuat soliditas satuan dalam pelaksanaan tugas.
Baca Juga: Kunker Wapres di Nabire, Pangdam Cenderawasih Dukung Percepatan Pembangunan Papua Tengah
“Kepemimpinan yang dibangun mampu mendorong pelaksanaan tugas secara efektif, terarah, dan bertanggung jawab, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesiapan dan kemajuan TNI AD,” pesan Saleh.
Dikutip dari siaran pers Dispenad, Selasa (21/4), jumlah peserta pendidikan terdiri dari 27 orang peserta pendidikan Danbrig/Danmen, 115 orang peserta pendidikan Danyon/Danden, serta 53 orang peserta pendidikan Wadanyon.
Pendidikan dilaksanakan selama delapan minggu dengan penilaian meliputi aspek Sikap dan Perilaku (Sikku), jasmani, serta kemampuan menembak, renang militer, lintas medan, ketahanan mars, bela diri taktis, dan kesegaran jasmani. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































