Kopassus dan Singapore Armed Forces Gelar Latma, Berbagi Taktik dan Teknik Bertempur

Jakarta, IDM - Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dengan Singapore Armed Forces (SAF) baru saja menyelesaikan latihan bersama, yang berlangsung pada 17-23 Juli 2024, di Singapura.
Baca Juga: Pangkoarmada III Serahkan Jabatan Komandan Satuan Kapal Cepat kepada Kolonel Laut Hananto
Dilansir dari instagram resmi Kementerian Pertahanan @kemhanri, Kamis, (25/7) latihan ini langsung dipimpin Danjen Kopassus, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Djon Afriandi, sedangkan SAF dipimpin Kepala Komando SAF, Kolonel Pang Chee Kong.
Baca Juga: Punya Peran Sentral, Ini Tugas Liason Officer TNI AD di Koopsudnas
Dalam latihan bersama bertajuk "30th edition of Exercise Chandrapura (XCP)" tersebut, Kopassus dan SAF saling bertukar pengetahuan taktik dan teknik serta prosedur komando dalam sebuah pertempuran, kemudian melaksanakan latihan serangan gabungan dalam operasi perang kota, serta infiltrasi atau penerjunan pasukan melalui udara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































