HANKAM

Kopaska Pertajam Kemampuan Infiltrasi Bawah Laut dengan Selam Tempur

Satkopaska
Prajurit Kopaska Koarmada III menjalani latihan selam tempur di Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (9/10). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – Prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada III mengikuti latihan selam tempur untuk meningkatkan kemampuan infiltrasi bawah air ke daerah musuh, Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (8/10).

Komandan Satkopaska Koarmada III Kolonel Laut (P) Robinson H. Etwiory, menjelaskan latihan selam tempur terdiri dari beberapa materi, salah satunya adalah penyelaman menggunakan alat selam closed circuit.

Satkopaska
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Adapun alat selam itu digunakan untuk mendukung infiltrasi dan surveillance bawah permukaan laut tanpa bisa dideteksi dari permukaan.

Baca juga: Guspurla Koarmada II Gelar Rapat Kesiapan MNEK 2025 Bali

"Sehingga saat infiltrasi ke daerah musuh dalam penyusupan ke pantai pendaratan dalam operasi amphibi dapat dengan senyap dan tak terdeteksi musuh," jelas Robinson, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Rabu (9/10).

Satkopaska
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Lebih lanjut, Robinson mengatakan dalam latihan ini para prajurit Kopaska Koarmada III melaksanakan renang kompas bawah air atau combat diver.

"Combat diver merupakan teknik yang dimiliki oleh Kopaska untuk menyelam tempur melaksanakan infiltrasi menggunakan alat bantu kompas secara tim agar tepat sasaran ke titik yang dituju," kata Robinson.

Baca Juga: Dubes Prancis Yakin Indonesia Mampu Membangun Kapal Selam Scorpene Evolved

Dia menyebutkan Kopaska Koarmada III selalu berupaya mempertajam latihan selam tempur untuk meningkatkan kemampuan dan naluri peperanngan secara individu maupun tim.

"Latihan ini untuk mewujudkan prajurit Kopaska Koarmada III yang pejuang, tangguh dan pemberani sesuai dengan slogannya "Tan Hanna Wighna Tan Sirna" (Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi)," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.