Kopasgat Jadi Satuan Pelopor Wingsuit: Infiltrasi Lebih Senyap dan Cepat

Jakarta, IDM – Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopasgat) Marsda TNI Deny Muis menjelaskan, regu penerjun wingsuit Kopasgat dibentuk untuk menyiapkan personel yang mampu melakukan infiltrasi secara lebih senyap dan cepat dalam sebuah operasi.
“Selama ini kita melaksanakan operasi khusus seperti infiltrasi melalui terjun free fall tempur, kemudian kita kembangkan dengan menerjunkan prajurit kita menggunakan wingsuit. Nah ini lebih cepat, lebih senyap, dan lebih tidak terdeteksi.” jelas Deny usai acara penyerahan rekor MURI kepada Kopasgat sebagai satuan pertama yang memiliki regu terjun wingsuit, Jakarta, Jumat (12/7).
Baca Juga: Kasus WNI Ditahan di Myanmar, Pengamat Ungkap Tiga Alasan Pembebasan Bisa Gunakan Opsi OMSP
Ia mengakui, pembentukan regu penerjun yang terdiri dari sepuluh orang personel ini tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Pasalnya, personel Kopasgat yang dapat menjadi bagian dari regu penerjun wingsuit harus memiliki kualifikasi khusus, salah satunya sebagai instruktur penerjun.
“Untuk bisa bergabung ke tim wingsuit ini, basic-nya adalah sebagai penerjun free fall. Kemudian, nanti dia akan mencapai jam terbang yang tinggi dan punya kualifikasi instruktur,” kata Marsda TNI Deny.

Profesionalisme dan kapabilitas regu penerjun wingsuit Kopasgat telah terbukti dalam sejumlah latihan, di antaranya Latihan Puncak Kopasgat “Trisula Perkasa”, Latihan Puncak TNI AU “Angkasa Yudha”, dan Fire Power Demo dalam rangka latihan puncak TNI gabungan.
Baca Juga: Lafi TNI Sudah Produksi 88 Obat untuk Kemandirian Farmasi Nasional
Selain itu, mereka juga sempat unjuk aksi di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, yang saat itu masih menjabat sebagai menteri pertahanan dan diangkat sebagai Warga Kehormatan Kopasgat pada 14 Maret 2023.
Momen membanggakan tersebut dikisahkan oleh Komandan Tim Wingsuit Kopasgat TNI AU, Lettu (Pas) Yudi Agung Prasetyo. “Saya pernah membawa baret, sangkur, dan brevet warga kehormatan untuk Bapak Prabowo (kala itu Menteri Pertahanan) dari ketinggian 10.000 kaki, lalu mendarat tepat di depan beliau,” ungkap Yudi. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































