HANKAM

Koopssus TNI Bebaskan 2 Peneliti WNA yang Disandera Kelompok Teroris

Operasi pembebasan sandera
Aksi prajurit elite dari tiga matra yang tergabung dalam Koopsus TNI, melaksanakan operasi pembebasan sandera pada latihan aksi khusus 2023 di Lembang, Bandung, Selasa (7/11). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI membebaskan dua warga negara asing di kawasan hutan gunung, Situ Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/11).

Operasi pembebasan sandera ini merupakan skenario dari latihan aksi khusus Koopssus TNI semester II 2023 yang melibatkan pasukan elite tiga matra, yaitu dari Sat 81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL serta Sat Bravo 90 Kopasgat TNI AU.

Baca Juga: Mengabdi Selama 33 Tahun, Pelda Wikarta Dijuluki “Bapak Kostrad Sejati”

Dalam latihan tersebut, dua warga negara asing yang sedang penelitian di kawasan gunung Tangkuban Perahu disendera kelompok teroris "Laskar Burangrangrang Merdeka" (LBM) yang diduga berafiliasi dengan ISIS.

Operasi pembebasan sandera
(Foto: Dok. Puspen TNI)

Setelah mendapatkan informasi tentang penyanderaan dua warga negara asing, komando atas mengeluarkan direktif untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Adapun materi yang ditampilkan dalam latihan ini adalah teknik dan taktik infiltrasi darat dan udara, menembak reaksi, pertempuran jarak dekat, perebutan cepat, operasi pembebasan sandera, prosedur evakuasi, eksfiltrasi, dan menembak runduk.

Baca Juga: Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina, Pesawat Hercules TNI AU Berhasil Mendarat di Mesir

Wadan Koopssus TNI Brigjen TNI (Mar) Supriyono, mengatakan latihan ini sebagai wujud sinergitas Tri Matra dalam rangka kesiapan melaksanakam operasi-operasi khusus secara terpadu, terintegrasi dan profesionalisme dan siap digerakkan setiap saat.

Operasi pembebasan sandera
(Foto: Dok. Puspen TNI)

"Tidak ada prajurit yang profesional terbentuk tanpa latihan," tegasnya yang juga sebagai Wakil Direktur Latihan, dikutip dari keterangan Puspen TNI.

Baca Juga: Jelang Tahun Politik, Jenderal TNI Dudung Abdurachman Pesan TNI AD Harus Bersikap Netral

Ia melanjutkan, dedikasi semangat dan loyalitas yang telah ditunjukkan oleh prajurit dalam latihan ini merupakan bentuk pengabdian bagi kepentingan TNI sekaligus pertanggungjawaban kepada negara.

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengasah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki melalui metode latihan," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.