Koops TNI Habema Jangkau Kaki Gunung Cartenz Usai 15 Tahun Terisolasi karena OPM, Kibarkan Bendera Merah Putih

Jakarta, IDM – TNI melalui Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil menjangkau Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, setelah wilayah tersebut selama 15 tahun terisolasi karena keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Koops TNI Habema menjangkau Distrik Ugimba pada Minggu (16/8), setelah melewati jalur pegunungan yang sulit ditembus, hutan lebat, cuaca tidak menentu hingga suhu yang dapat mencapai 4 derajat celcius.
Koops TNI Habema menyatakan, OPM sebelumnya memanfaatkan wilayah terpencil di kaki Gunung Cartenz tersebut sebagai ruang pergerakan.
Baca Juga: Usai Direbut, TNI Gelar Upacara HUT RI ke-81 di Markas OPM
Situasi keamanan tersebut berdampak terhadap mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga hubungan sosial dengan wilayah luar.
“Selama kurang lebih 15 tahun, masyarakat Ugimba hidup dalam berbagai keterbatasan. Keterisolasian yang terjadi bukan hanya persoalan jarak, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat merasakan kehadiran negara secara nyata,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya.
Wirya mengatakan, kehadiran prajurit Koops TNI Habema menjadi bagian dari upaya negara dalam menciptakan kondisi keamanan dan membuka kembali ruang aktivitas masyarakat.

“Dengan menghadapi medan pegunungan yang berat, suhu dingin ekstrem serta akses yang sulit dijangkau, prajurit melaksanakan operasi pengamanan wilayah selama tujuh hari sejak titik pendaratan helikopter hingga mencapai Distrik Ugimba guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tutur Wirya.
Di lokasi, Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama Dansatgas Habema Brigjen TNI Persada Alam dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang turut menyerahkan bantuan berupa 200 kilogram sembako, tiga ekor babi, 50 kilogram ayam, dan berbagai mainan untuk anak-anak.
Baca Juga: Kronologi TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Aceh dan Respons KSAD
“Keamanan menjadi fondasi agar pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan. Kami hadir untuk membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara," ujar Yudha Airlangga.
“Keberhasilan operasi pengamanan wilayah Ugimba mencapai momentum bersejarah ketika prajurit Koops TNI Habema berhasil menghadirkan pelaksanaan upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
“Untuk pertama kalinya, Sang Merah Putih dikibarkan di Distrik Ugimba, menjadi simbol hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” tulis Koops TNI Habema.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































