Kontrak Scorpene Aktif, Prancis Akan Latih 400 Insinyur Indonesia Konstruksi Kapal Selam

Jakarta, IDM – Perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group mengungkapkan pengadaan dua unit kapal selam Scorpene Evolved oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI AL, resmi aktif.
Naval dalam pernyataannya di akun X @navalgroup, Rabu (23/7) mengungkapkan dua kapal selam Scorpene Evolved akan dibangun di Indonesia, yakni galangan PT PAL yang berada di Surabaya, Jawa Timur.
"Kontrak untuk pengiriman dua kapal selam Scorpene Evolved yang akan dibangun di Indonesia, di galangan kapal PT PAL melalui transfer teknologi dari Naval Group," tulis Naval.
Baca Juga: Senyum Bahagia Mantan KSAD Dudung Abdurachman, Anaknya Lulus Pendidikan Akmil
Sejak menandatangani kontrak pengadaan dua unit Scorpene Evolved dengan Kemhan, pada Maret 2024, Naval Group mengaku telah mengantisipasi implementasi pembangunan kapal selam modern tersebut bersama PT PAL.
"Konsorsium Naval Group dan PT PAL telah mengantisipasi implementasinya dengan melakukan kegiatan rancang bangun, pembelian barang dalam waktu lama, dan kegiatan proses planifikasi," ungkap Naval.
Kemudian, sebagai rangkaian pembangunan dua unit Scorpene Evolved, PT PAL akan memberangkatkan para juru las (welder) ke Prancis untuk mengikuti pelatihan khusus.
Baca Juga: Profil Letda Bisyarah Salsabila, Kowad Peraih Anindya Wiratama Akmil 2025
"Dalam beberapa minggu ke depan, para pengelas PT PAL akan tiba di Perancis untuk mengikuti pelatihan khusus di tempat kerja," lanjut keterangan tersebur.
Nantinya, Prancis juga akan mengirimkan sekitar 50 orang tenaga ahli ke Indonesia untuk melatih 400 insinyr Indonesia dalam bidang konstruksi kapal selam.
Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Kemhan Brigjen Frega Wenas Inkiriwang menyampaikan alih teknologi dari kontrak pengadaan Scorpene Evolved dapat diwujudkan guna mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
PT PAL, kara Frega, tengah mempersiapkan fasilitas modern untuk mempercepat pembangunan kapal selam tersebut.
"Scorpene tentunya ini bagian dari kebutuhan strategis Indonesia dengan Prancis, yang kita berharap bisa ada proses transfer teknologi yang tentunya juga membantu kita membangun kemandirian industri pertahanan Indonesia," kata Frega, Jakarta, Selasa (22/7).
"Progres-progres yang dicapai oleh PT PAL salah satunya adalah bagaimana nanti untuk menyiapkan untuk proyek Scorpene ini," sambungnya.
Saat ini, TNI AL baru memiliki empat kapal selam aktif untuk operasional, yaitu KRI Cakra-401, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadeli-404, dan KRI Alugoro-405. Melalui pembelian dua unit Scorpene Evolved ini akan memenuhi kebutuhan postur kekuatan TNI AL 2025-2044 dengan target 12 unit untuk mengawal perairan Indonesia dari Sabang hingga Merauke. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































