HANKAM

KRI Sultan Iskandar Muda dan Angkatan Udara Lebanon Latihan di Laut Mediterania

KRI Sultan Iskandar Muda.
KRI Sultan Iskandar Muda-367. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – KRI Sultan Iskandar Muda-367 sebagai unsur Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P Unifil bersama Angkatan Udara Lebanon (LAF) berlatih pengiriman barang menggunakan helikopter di Laut Mediterania, Selasa (11/3).

Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P Unifil, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah menjelaskan pada latihan tersebut, helikopter Bell AB 212 milik Angkatan Udara Lebanon dan KRI Sultan Iskandar Muda latihan pengiriman logistik ketika kapal beroperasi di tengah laut.

Baca Juga: KSAL Terima Penghargaan “Pingat Jasa Gemilang”  dari Singapura

“Helikopter tidak dapat mendarat (di atas geladak kapal) sehingga untuk menurunkan logistik harus menggunakan peralatan hoist yang terdapat di helikopter,” jelasnya, dikutip dari laman TNI AL, Kamis (13/3).

Dalam latihan tersebut, helikopter Bell AB 212 lepas landas dari Bandara Rafik Hariri di Beirut, kemudian terbang menuju posisi KRI Sultan Iskandar Muda di tengah Laut Mediterania. Selanjutnya, helikopter tersebut terbang dalam posisi statis (hovering) di atas geladak KRI Sultan Iskandar Muda untuk menurunkan logistik dengan menggunakan peralatan hoist.

Sedangkan helikopter AS565 MBe Panther HS-1306 milik TNI AL yang diawaki pilot Kapten Laut (P) Ardy A Paath dan kopilot Lettu Laut (P/W) Andi Q Wetuffahati memonitor aktivitas intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) serta foto dari udara (photoex).

Baca Juga: Kostrad TNI AD Punya Mes Bintara dan Tamtama Baru, Dapat Dihuni Hingga Pensiun

Adapun KRI Sultan Iskandar Muda membawa 120 prajurit TNI AL, meliputi 105 awak kapal dan 15 personel pendukung yang terdiri dari pilot, teknisi mesin, dan kru helikopter HS-1306, perwira kesehatan, intelijen, psikologi, penerangan hingga melibatkan prajurit dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan penyelam.

Per Januari 2025, KRI Sultan Iskandar Muda resmi menggantikan KRI Diponegoro-365 dari unsur Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O Unifil yang telah menuntaskan penugasan pascaselama 14 bulan menjadi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, sejak awal 2024 lalu. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.