HANKAM

KSAL Terima Penghargaan “Pingat Jasa Gemilang”  dari Singapura

KSAL dan Mentri Pertahanan Singapura.
KSAL Laksamana Muhammad Ali menerima penghargaan “Pingat Jasa Gemilang” oleh Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Han, di Singapura, Kamis (13/3). (Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menerima penghargaan Meritorious Service Medal atau “Pingat Jasa Gemilang” yang disematkan oleh Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Han, di Singapura, Kamis (13/3).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, mengatakan “Pingat Jasa Gemilang” adalah penghargaan dan medali nasional Singapura yang didirikan pada 1962.

Baca Juga: Kostrad TNI AD Punya Mes Bintara dan Tamtama Baru, Dapat Dihuni Hingga Pensiun

Penghargaan tersebut, lanjutnya, diberikan kepada seseorang yang memiliki dedikasi serta kemampuan dalam menjalankan tugas.

“Dalam hal ini (penyematan Pingat Jasa Gemilang) kontribusi besar KSAL terhadap peningkatan hubungan dan kerja sama antara TNI AL dengan Angkatan Laut Singapura (RSN)” ungkap Wira dalam keterangannya.

Pada kesempatan tersebut, Ali yang turut didampingi oleh Kepala Angkatan Laut Singapura Laksamana Muda Sean Wat, mengucapkan terima kasih atas pemberian Pingat Jasa dan berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dengan Angkatan Laut Singapura pada masa mendatang.

 TNI AL dan Angkatan Laut Singapura mempunyai sejumlah bentuk kerja sama, latihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan militer, profesionalisme serta memperkuat hubungan bilateral kedua negara pada bidang maritim, di antaranya ‘Eagle Indopura’ yang merupakan latihan bersama antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura, diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Biasanya latihan ini digelar di Batam dan perairan Kepulauan Riau.

Baca Juga: Kasus TPPO Meningkat, Pemerintah Bentuk Desk Koordinasi Jadikan TNI Leading Sector

Kemudian, ada Southeast Asia Cooperation and Training (Seacat) latihan militer multilateral tahunan yang diselenggarakan US Navy 7th Fleet Command dan Destroyer Squadron 7 di Singapura, bertujuan meningkatkan kerja sama maritim antarnegara di Indo-Pasifik. Pada 2024 kemarin, TNI AL mengirimkan sejumlah perwiranya untuk menjadi delegasi dalam latihan bersama tersebut.

TNI AL dan Angkatan Laut Singapura juga bekerja sama dalam berlatih perang ranjau untuk mengasah kerja sama operasi di perairan perbatasan, yakni di perairan Kepulauan Riau yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan karena wilayah tersebut kerap digunakan sebagai lokasi latihan tempur lintas negara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.