HANKAM

Kompak, Usai Pensiun Panglima TNI dan KSAD Ingin Menjadi Petani

Yudo Margono dan Dudung Abdurachman
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Usai pensiun nanti dua orang petinggi di TNI yaitu Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman kompak menyatakan ingin menjadi petani.

Yudo mengungkapkan rencananya ini di Markas Besar TNI, Jakarta, pada tanggal 6 Oktober 2023. Yudo Margono bermaksud untuk kembali ke akarannya sebagai seorang petani.

“Ya, bertani. Wong sudah pensiun. Saya dari tani, pensiun, ya, bertani lagi,” kata Yudo seperti dikutip dari Tempo.

Baca Juga: Danlanud SMH: Kami Siap Membantu Pemerintah Daerah dalam Menanggulangi Karhutbunla

Ia mengungkapkan bahwa dia berasal dari latar belakang petani dan akan kembali menekuni profesi tersebut selama masa pensiunnya.

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga menyatakan hal yang sama. Ia berencana untuk pensiun dari jabatan KSAD pada November 2023. Dudung menyatakan bahwa ketika memasuki masa pensiun, ia akan fokus pada kegiatan pertanian.

“Iya saya mau bertani saja lah,” kata Dudung saat kepada wartawan setelah Sidang ke-43 General Border Committee di Hotel St Regis pada Kamis, 12 Oktober 2023.

Baca Juga: Polisi Tangkap Tiga Orang Pengeroyok Babinsa di Jaksel

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono juga telah menyatakan kesiapannya untuk memasuki masa pensiun pada 26 November 2023 pada usianya yang ke-58. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, di mana usia pensiun bagi anggota TNI adalah 58 tahun. Hal ini juga berlaku untuk KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Meskipun terdapat beberapa wacana perpanjangan masa jabatan Panglima TNI, Yudo Margono menegaskan bahwa dia akan mengikuti ketentuan yang berlaku, yang menandakan bahwa masa jabatannya akan berakhir pada 26 November 2023.

“Yang jelas saya siap pensiun pada tanggal 26 November,” ujarnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.