Komcad Kini Punya Pasukan Berkuda, Dilatih Pussenkav TNI AD

Jakarta, IDM – Komponen cadangan atau komcad kini memiliki pasukan berkuda seperti Kavaleri TNI Angkatan Darat.
Pasukan berkuda komcad itu diperkenalkan Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Gabriel Lema di silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (1/10).
“Sebagaimana amanat dari Bapak Menhan (Sjafrie Sjamsoeddin) bahwa pembentukan komponen cadangan berkuda ini tentunya melihat dari sistem pertahanan kita, yakni sishankamrata. Dalam konteks kegunaan dan kebutuhan, itu sangat diperlukan dari unsur kuda-kuda ini,” kata Gabriel Lema.
Baca Juga: KRI Belati-622 Debut Sailing Pass HUT TNI di Teluk Jakarta
Di tengah teknologi yang pesat, lanjut Gabriel, kuda masih dibutuhkan untuk pengganda kekuatan, evakuasi medis hingga mobilisasi logistik.
Tahap pertama, komcad berkuda memiliki 130 personel dengan dilengkapi kuda-kuda Kavaleri TNI AD.
Komcad menjalani pelatihan terlebih dulu selama satu bulan di Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav), Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: 50 KRI Disiapkan untuk Sailing Pass HUT TNI, KSAL Pastikan Patroli di Perairan Rawan Tetap Jalan
“Mereka dilatih dalam nomenklatur atau namanya latihan dasar militer,” tutur Gabriel Lema.
Gabriel Lema mengatakan, materi latihan antara komcad berkuda dan prajurit Kavaleri TNI AD juga dibedakan.
“Pelatihannya mempunyai kurikulum tersendiri. Jadi sifatnya apabila negara memanggil dalam kondisi tertentu, komponen cadangan dengan alat pendukungnya yaitu alat kuda, ini siap selalu,” kata Kabacadnas. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































