HANKAM

50 KRI Disiapkan untuk Sailing Pass HUT TNI, KSAL Pastikan Patroli di Perairan Rawan Tetap Jalan

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat penamaan KRI Belati-622, Jakarta, Rabu (1/10). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, menegaskan pengerahan puluhan kapal perang atau KRI untuk sailing pass HUT ke-80 TNI tidak akan mengurangi kekuatan unsur patroli dan operasi rutin di kawasan rawan perairan Indonesia.

Sekitar 50 KRI akan dikerahkan dalam demonstrasi laut dan udara yang digelar di Teluk Jakarta, pada Kamis besok. Namun, kebutuhan pengamanan laut nasional, terutama di titik-titik strategis mulai dari Selat Malaka, Laut Natuna, hingga perairan timur Indonesia, tetap menjadi prioritas utama.

“Tidak akan terganggu unsur-unsur patrolinya dengan adanya sailing pass,” tegasnya, usai acara penamaan KRI Belati-622, di Jakarta, Rabu (1/10).

Baca Juga: Pesan KSAU untuk Tim Demo Udara HUT ke-80 TNI: Tampilah dengan Penuh Kebanggaan

Ia menjelaskan, perubahan struktur komando mendukung kesiapan operasi tanpa benturan dengan kegiatan protokoler.

“Sekarang Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) sudah berubah menjadi Komando Daerah TNI AL (Kodaeral), dan Kodaeral itu punya kapal-kapal patroli sendiri. Jadi, dia akan tetap melaksanakan patroli sepanjang tahun tanpa mengganggu acara-acara seremonial,” jelas Ali.

Sailing pass dalam rangka HUT ke-80 TNI akan melibatkan kapal-kapal dari berbagai satuan, termasuk unsur baru seperti KRI Belati-622, kapal cepat rudal (KCR) 60 meter. Setelah perayaan HUT TNI, kapal ini akan memperkuat jajaran Koarmada III di Indonesia timur.

Baca Juga: KRI Belati-622 Debut Sailing Pass HUT TNI di Teluk Jakarta

Ali menyebut bahwa penambahan KCR baru di wilayah Koarmada III sangat dibutuhkan mengingat jumlah armada yang ada belum mencukupi.

“Indonesia bagian timur ini kan armadanya baru, kapal-kapalnya juga tidak sebanyak di dua armada yang ke-satu dan kedua. Sekarang kita mulai melengkapi Koarmada III dengan kapal-kapal baru,” ujarnya.

“Rencananya kapal ini akan selesai delivery pada akhir Oktober. Setelah itu langsung kita siapkan untuk pengoperasian,” pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.