HANKAM

Kombinasi Berbagai Manuver, Helikopter TNI AD-AU Latihan Pendaratan di KRI Sriwijaya

Helikopter VVIP TNI
Helikopter VVIP TNI AD dan AU saat menjalani latihan pendaratan dan manuver touch and go di atas geladak kapal perang KRI Sriwijaya-100 di perairan Teluk Jakarta, Kamis (16/10). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Helikopter VVIP TNI AD dan AU menguji kemampuan terbang di atas geladak kapal induk. Latihan pendaratan di tengah laut ini menguji keahlian para penerbang militer.

Rangkaian latihan pendaratan berlangsung di perairan Teluk Jakarta menggunakan kapal induk KRI Sriwijaya-100, Kamis (16/10). Memasuki hari keempat, latihan gabungan ini melibatkan serangkaian teknik terbang yang menuntut konsentrasi tinggi.

Baca Juga: Pesan Menhan Sjafrie untuk Yonif TP 876 Palatana: Jadi Motor Penggerak Pembangunan

Penerbang militer dari kedua matra bergantian menguji berbagai macam teknik manuver udara. Materi latihan mencakup High Recce dan Low Recce, yaitu pengintaian udara dari ketinggian tinggi maupun rendah untuk membaca situasi medan sebelum mendarat.

Selain itu, para penerbang juga melatih Dummy Approach yang merupakan simulasi pendekatan pendaratan tanpa menyentuh dek, Touch and Go yakni mendarat sesaat lalu langsung terbang kembali tanpa mematikan mesin, hingga Full Stop atau pendaratan penuh dan menghentikan pesawat di atas kapal.

Helikopter VVIP TNI
Dua unit helikopter VVIP TNI AD dan AU terparkir rapi di dek pendaratan (flight deck) KRI Sriwijaya-100 usai merampungkan rangkaian latihan manuver. (Foto: Dok. Dispenal)

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan menjelaskan, rangkaian latihan gabungan ini bertujuan menyelaraskan kemampuan operasional antarangkatan bersenjata.

"Pelatihan ini sebagai bentuk interoperabilitas TNI," kata Yayan dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut, dikutip Sabtu (17/10).

Baca Juga: Profil Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Lulusan Seskoad Tiongkok Kini Jabat Pangdam IM

Yayan mengungkapkan, pendaratan helikopter gabungan di atas geladak kapal perang ini sudah rutin dilakukan jauh sebelum kehadiran KRI Sriwijaya-100 memperkuat armada laut Nusantara.

Terpisah, KSAL Laksamana Muhammad Ali menekankan pentingnya meningkatkan integrasi kekuatan pertahanan demi mengantisipasi dinamika ancaman di era peperangan modern.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.