Komando Pendidikan Marinir Tempa 186 Siswa Tamtama selama 6 Bulan

Jakarta, IDM - Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kodiklatal akan menempa 186 siswa pendidikan pertama tamtama (Dikmata) angkatan 44 gelombang 1 dalam selama enam bulan ke depan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Komandan Kodikmar Kodiklatal Kolonel (Mar) A.R.H Anggoro Jati saat membuka pendidikan kejuruan marinir tahun anggaran 2024 di Surabaya, Senin (28/10).
Anggoro mengatakan, pendidikan dan latihan yang akan diikuti tersebut merupakan tahap dasar golongan lanjutan yang bertujuan mendidik para siswa menjadi tamtama prajurit Korps Marinir kejuruan infanteri, kavaleri, dan bantuan tempur.
Baca Juga: Dubes AS Kunjungi Kementerian Pertahanan, Bahas Sejumlah Isu Strategis
Adapun 186 siswa tersebut mengikuti pendidikan sesuai kejuruan yang terbagi menjadi 47 personel kejuruan infanteri (Pusdikif ), 38 personel kejuruan kavaleri (Pusdikav), dan 101 personel kejuruan bantuan tempur (Pusdik Banpur).
"Proses pendidikan pada tahap dasar golongan lanjutan di Kodikmar ini, akan ditempuh selama kurang lebih enam bulan," kata Anggoro, dikutip dari keterangan Kodiklatal.

Nantinya, para siswa ditempa agar memiliki kemampuan dan keterampilan yang mengacu kepada tugas pokok Korps Marinir dalam melaksanakan operasi darat, amfibi, pertahanan pantai, dan pengamanan pulau terluar secara teknis maupun taktis sebagai dasar kemampuan prajurit Marinir.
Baca Juga: KRI Wahidin Lanjutkan Pelayaran ke Fiji, Dijadwalkan Tiba Awal November
"Para siswa juga akan dibekali kemampuan dasar kualifikasi menembak senapan, pendidikan Komando dan ilmu kesenjataan Marinir, dihadapkan dengan beratnya tuntutan selama mengikuti pendidikan di Kodikmar," papar Anggoro.
Sebelumnya, Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen (Mar) Nur Alamsyah melantik sebanyak 433 siswa Dikmata angkatan ke 44 gelombang 1, pada Jumat (25/10). Kemudian, mereka akan menjalani pendidikan tahap dasar golongan lanjutan di tiga komando pendidikan (Kodik) Kodiklatal.
Para siswa akan melaksanakan pendidikan tahap dasar golongan lanjutan di Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla), Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum), dan Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar).
Baca Juga: Kerahkan Helikopter Caracal H225M, TNI AU Bantu Penanganan Bencana Badai Kristine di Filipina
"Setelahnya, para siswa menjalani pendidikan tahap golongan lanjutan selama 4,5 sampai dengan 6 bulan, sesuai kejuruan masing-masing," ujar Alamsyah.
Ke-433 siswa yang diserahkan ke tiga Kodik di jajaran Kodiklatal terdiri dari Kodikopsla 79 orang, Kodikdukum 168 orang, dan Kodikmar 186 orang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































