Komandan Puspernebal Tinjau Kesiapan Demo Udara Pesawat Beechcraft G-36 Bonanza

Jakarta, IDM – Skadron Udara 400 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menggelar latihan untuk mempersiapkan berbagai kegiatan demonstrasi udara.
Dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Rabu (24/7), penerbang TNI AL berlatih berbagai formasi menggunakan asap (smoke) merah yang diimplementasikan pada pesawat Beechcraft G-36 Bonanza T-2505 di Sidoarjo, Jawa Timur.
Baca Juga: Joy Flight Pesawat Airbus A400M Atlas dalam Misi Pegase 2024
Adapun latihan formasi yang ditinjau langsung oleh Komandan Puspenerbal Laksamana Muda Sisyani Jaffar itu diawaki oleh Lettu Laut (P) Puja dan Lettu Laut (P) Hadi.

"Pesawat Bonanza T-2505 akan terbang sebagai Rajawali Laut Flight ini, dalam berbagai formasi yang pada momen tertentu akan mengeluarkan asap warna-warni pada pertunjukannya," ujar Sisyani.
Baca Juga: Pemerintah Rencanakan Bangun Rest Area di Tengah Laut, Ajak TNI AL
Ia juga berpesan kepada tim yang ditunjuk untuk mempersiapkan rancangan dengan optimal dan menampilkan atraksi terbaik.
"Siapkan dengan sebaik mungkin, agar pada pelaksanaan demi udara ke depan dapat tampil indah dan maksimal," terangnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































