Komandan Misi Pegase 2026 Tekankan Komitmen Kemitraan dengan Indonesia

Jakarta, IDM – Komandan Misi Pegase 2026 Mayor Jenderal Julien Sabéné menyatakan bahwa misi tahun ini bukan hanya menekankan komitmen Prancis dalam mengamankan kebebasan navigasi tetapi turut mempererat hubungan dengan Indonesia, selaku mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Hal itu diungkapkan Sabéné dalam konferensi pers Misi Pegase 2026 yang digelar di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/9).
Baca Juga: Inggris akan Beri Dukungan Militer ke Arab Saudi
"Indonesia adalah mitra strategis kunci bagi kami. Prancis merupakan negara yang terhubung langsung dengan kawasan Indo-Pasifik. Kami memiliki sekitar dua juta warga negara di wilayah ini. Kami harus hadir untuk melindungi mereka jika diperlukan," ujarnya.
Ia menyoroti bahwa Indonesia secara geografis memiliki keistimewaannya sendiri. Menurutnya, Indonesia lebih mirip seperti sebuah benua dengan belasan ribu pulau dan beriklim tropis. Hal itu memberikan tantangan tersendiri dalam menjalankan Misi Pegase 2026.
"Indonesia adalah negara yang sangat luas, lebih luas dari satu negara Eropa mana pun, bahkan menyerupai sebuah benua. Saya memahami Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, sehingga Anda memiliki keahlian di kawasan Indo-Pasifik yang ingin kami pelajari," ucap Sabene.
Baca Juga: AS Siap Jatuhkan Sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional
Dalam menjalankan misi tersebut, para delegasi Prancis berada di Jakarta pada 20–25 September 2026. Prancis mengerahkan sebanyak 300 personel, empat Pesawat Tempur Rafale F4, tiga Pesawat Tanker A330 Phoenix, dan dua Pesawat Angkut A400M Atlas.
Secara keseluruhan, Misi Pegase 2026 akan menempuh perjalanan lebih dari 40.000 kilometer dalam waktu sekitar 40 hari. Setelah Indonesia, Angkatan Udara dan Antariksa Prancis (French Air and Space Force/FASF) akan melanjutkan misi ke India.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































