Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menerima kunjungan kehormatan Inspektur Jenderal Angkatan Laut Prancis Laksamana Eric Janicot di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (23/9). Pertemuan ini membahas penguatan hubungan militer serta keamanan maritim kedua negara.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (23/9). Sjafrie menyambut langsung kedatangan Vautrin sebelum keduanya mengikuti rangkaian upacara jajar kehormatan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan hubungan dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis.
Komandan Misi Pegase 2026 Mayor Jenderal Julien Sabéné menyatakan bahwa misi tahun ini bukan hanya menekankan komitmen Prancis dalam mengamankan kebebasan navigasi tetapi turut mempererat hubungan dengan Indonesia, selaku mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin prosesi first steel cutting kapal selam Scorpène Evolved pertama Indonesia di workshop fabrikasi divisi kapal permukaan PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/8). Upacara ini menandai dimulainya pembangunan fisik kapal selam modern yang akan memperkuat postur pertahanan nasional sekaligus menjadi tonggak sejarah kerja sama strategis Indonesia–Prancis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pentingnya peran Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong perdamaian dunia.
Hubungan Indonesia dan Prancis memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron sepakat memperluas kemitraan strategis kedua negara menjadi kerja sama global lintas sektor dalam pertemuan kenegaraan di Paris, Kamis (28/5).
Dari jantung diplomasi Prancis di Istana Élysée, Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan penguatan peran Indonesia dan Prancis sebagai kekuatan penjaga perdamaian dunia di tengah lanskap geopolitik yang semakin kompleks.
Indonesia dan Prancis akan memperkuat kemitraan strategis di sektor pertahanan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Mei 2025, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia.