HANKAM

Kolonel Marinir Tri Yudha Borong 3 Penghargaan Bergengsi di AS

Perwira Menengah Marinir, Kolonel (Mar) Tri Yudha Ismanto
Perwira Menengah Marinir, Kolonel (Mar) Tri Yudha Ismanto (tengah), berfoto bersama usai menerima penghargaan di National Defense University (NDU), AS, Jumat (11/6). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Perwira Korps Marinir, Kolonel (Mar) Tri Yudha Ismanto, menorehkan prestasi langka di Amerika Serikat (AS). Tri Yudha sukses memborong tiga penghargaan sekaligus saat melangsungkan wisuda militer tingkat tinggi di Washington D.C.

Tri Yudha menyelesaikan pendidikan setingkat lembaga ketahanan nasional selama 11 bulan di College of International Security Affairs (CISA), National Defense University (NDU), AS, Jumat (11/6). Dia lulus dengan menyandang gelar Master of Arts in Strategic Security Studies.

Upacara kelulusannya pun tergolong bergengsi karena dipimpin langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata AS, Jenderal John Daniel "Dan" Caine.

Baca Juga: TNI Ajak OPM di Hutan Kembali ke NKRI: Pintu Perdamaian Terbuka

Hebatnya, Tri Yudha tidak sekadar lulus. Dia membawa pulang tiga penghargaan utama dari kampus militer Negeri Paman Sam tersebut setelah bersaing dengan perwira senior dari 33 negara.

Ketiga penghargaan itu meliputi CISA Vice President Award atas pengakuan para perwira internasional, Global Partnerships Award karena kontribusinya membangun kolaborasi antarnegara, serta Alumni Executive Board for Leadership and Service Award berkat kapasitas kepemimpinannya yang menonjol.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyatakan prestasi tersebut menjadi bukti konkret, kualitas perwira Indonesia diakui di level global.

Baca Juga: Soal Pengamanan Demo: Pengerahan TNI atas Dasar Permintaan, Komcad Hanya Apel

"Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa perwira TNI AL memiliki kualitas akademik, profesionalisme, serta kapasitas kepemimpinan yang diakui oleh komunitas pertahanan internasional," kata Tunggul, Sabtu (13/6).

Tunggul menambahkan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memang terus memprioritaskan peningkatan mutu sumber daya manusia prajurit agar memiliki kompetensi internasional.

"KSAL senantiasa mendorong seluruh prajurit Jalasena untuk terus mengembangkan kemampuan, wawasan, dan kompetensi guna mencetak prajurit yang profesional, unggul, dan mampu berkompetisi di tingkat global," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.