HANKAM

Kolinlamil Siapkan Sarana dan Prasarana Pemberangkatan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 ke Palestina

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 di Kolinlamil. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) tengah mempersiapkan sarana dan prasarana terkait rencana pemberangkatan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 ke Palestina.

Pangkolinlamil Laksamana Muda Hudiarto Krisno Utomo memerintahkan para prajuritnya agar pelaksanaan kegiatan hingga pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut dapat berjalan baik dan lancar.

"Dalam waktu dekat ini Kolinlamil diminta untuk menyiapkan sarana dan prasarana rencana pemberangkatan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992," ujar Hudiarto, dikutip dari keterangan Pen Kolinlamil, Selasa (9/1).

Baca Juga: Kapuspen TNI: TNI Sudah Siapkan Rumah Dinas dan Mess untuk Prajurit

"Kepada seluruh pihak, bantu personel Detasemen Markas menyiapkan sarana prasarana sekaligus membantu menciptakan lingkungan Kolinlamil yang bersih dan rapi," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan sampai saat ini pemerintah terus berkoordinasi dan berkontak langsung dengan Mesir dan negara-negara yang berkepentingan di dalamnya.

"Mengenai kemerdekaan Palestina kita tegas, kita mendukung. Presiden sudah memberikan tugas kepada saya, dan setiap saat jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minta, kita siap mengirim pasukan perdamaian dan kapal rumah sakit," kata Prabowo di Jakarta, Minggu (7/1).

Baca Juga: Momen Kedekatan KSAD dengan Prajuritnya, Turun dari Panggung dan Joget Bersama

Sejak Kamis (30/11), KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 sandar di dermaga Mako Kolinlamil. Kapal itu siap mengangkut bantuan sebanyak 80 truk yang di antaranya terdiri atas pampers (532 karung), pakaian anak-anak (600 karung), pakaian dewasa (700 karung dan 500 boks).

Susu (800 kardus), biskuit (650 dus), air mineral galon (1.254 galon), air mineral kardus (1.700 kardus), obat-obatan (460 kardus), selimut (450 karung), jaket (450 karung), dan mie instan (470 kardus). Jumlahnya jika dikelompokkan sesuai wadah ada 4.080 kardus, 2.732 karung, 500 boks, dan 1.254 galon.

Komandan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Kolonel Laut (P) Bayu Dwi Wicaksono memastikan kapal siap berlayar lintas samudera untuk menuju perairan aman dekat Gaza demi membantu merawat dan memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat Palestina korban perang.

Baca Juga: Kontrak Aktif, Indonesia Resmi Akuisisi 42 Jet Tempur Rafale

"Kapal ini sudah hampir setahun berlayar. Kami sudah melaksanakan misi operasi di Indonesia kemarin di Natuna. Kami laksanakan bakti sosial di sana. Saya rasa kami mampu melaksanakan (operasi) di negara-negara lain," kata Bayu.

Jika nantinya pemerintah Mesir mengizinkan Indonesia mengirimkan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 sebagai kapal rumah sakit bantu ke perairan aman dekat Gaza, pelayaran itu menjadi misi pertama melintasi samudra dan keluar dari perairan Indonesia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.