HANKAM

Kolaborasi TNI AU-US PACAF dalam Latma Cope West 2024, Tingkatkan Kemampuan Mobilitas Udara

latihan bersama
Upacara pembukaan latihan bersama Cope West Mobility Air Force 2024 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. (Foto: Dok. Instagram @lanudabdsaleh)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan United States Pacific Air Force (US PACAF) menggelar latihan bersama (latma) bertajuk ‘Cope West Mobility Air Force 2024’ yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang sejak 22 hingga 26 Juli 2024.

Masing-masing angkatan udara mengerahkan pesawat C-130 Hercules, di mana TNI AU mengerahkan dua unit pesawat yang berasal dari Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh dan satu pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sementara itu, dua pesawat C-130 Hercules milik US PACAF berasal dari Skadron Udara 36, Pangkalan Udara Yokota. Selama latihan ini, para personel TNI AU dan US PACAF akan mengasah kemampuan dalam Formation Flight; Dropping Exercise; Medical; dan Security Subject Matters Expert Exchange (SMEE).

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, TNI AD Berikan Edukasi Anak-Anak Papua

Latma Cope West 2024 secara resmi dibuka oleh Komandan Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh yang sekaligus ditunjuk sebagai Direktur Latihan, Kolonel Pnb Taufik Andriadi, mewakili Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Firman Wirayuda.

Pada momen upacara pembukaan yang digelar pada Senin (22/7) tersebut, Kolonel Pnb Taufik turut didampingi oleh Colonel Brady Coriser yang bertindak sebagai ketua delegasi US PACAF pada latma Cope West 2024.

latihan bersama
(Foto: Dok. Instagram @lanudabdsaleh)

“Cope West Mobility Air Force 2024 tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan sarana berbagi pengalaman bagi personel kedua angkatan udara, tetapi juga untuk lebih mempererat kerja sama serta hubungan baik di antara TNI AU dan US PACAF,” tulis Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh dikutip Selasa (23/7).

Kolonel Pnb Taufik menyakini Latma Cope West 2024 juga dapat meningkatkan pengetahuan dan memberi pengalaman baru bagi para personel.

Baca Juga: Kabaranahan Tutup Pekan Olahraga Kemhan

Sementara itu, Colonel Brady dalam sambutannya menegaskan bahwa latihan bersama ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bilateral. Harapannya, hubungan dan kerja sama pertahanan di antara Indonesia serta Amerika Serikat (AS) dapat terjalin semakin baik.

“Latihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan personel kedua angkatan udara, tetapi juga membangun tim yang kuat dalam melaksanakan operasi mobilitas udara,” pingkas Brady.

Ia turut memberikan apresiasi kepada TNI AU, khususnya kepada Lanud Abdulrachman Saleh dan Skadron Udara 32 selaku tuan rumah, atas sambutan dan keramahan yang diberikan kepada delegasi US PACAF yang datang dari Jepang, Guam, dan Hawaii. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.