Kolaborasi TNI AL dan Kemendes, Pendekatan Maritim Jadi Strategi Baru Pembangunan Wilayah 3T

Jakarta, IDM – TNI AL bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyepakati untuk saling berkolaborasi dalam pembangunan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal itu dibahas oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dan Wakil Kemendes PDT Ahmad Riza Patria, dalam pertemuan keduanya di Markas Besar TNI AL (Mabesal) Cilangkap, Jakarta, Kamis (7/8).
"Kunjungan ini bagian dari upaya memperkuat sinergi TNI AL dengan Kemendes PDT dalam mendukung pembangunan wilayah 3T melalui pendekatan maritim," ungkap Ali, dikutip dari laman TNI AL, Jumat (8/8).
Pada pertemuan tersebut, Ali dan Riza saling membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis, khususnya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
"TNI AL melalui program pembinaan potensi maritim, pendidikan kebaharian, serta operasi bakti TNI AL, berkomitmen aktif mempercepat pembangunan desa-desa di wilayah maritim Indonesia," lanjutnya.
Ali pun menekankan TNI AL siap bersinergi lintas sektor untuk membangun kekuatan maritim nasional yang kokoh, dimulai dari pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir.
"Wamendes PDT mengapresiasi kontribusi nyata TNI AL dalam mendukung pemerataan pembangunan dan berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan ke depan," kata Ali.
Kemendes PDT memaksimalkan upaya pengentasan daerah-daerah 3T di Indonesia dengan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait untuk ikut berkontribusi mengentaskan daerah tertinggal.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendes PDT Taufik Madjid menyampaikan fungsi koordinasi yang dimiliki oleh Kemendes PDT itu pun telah dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 105 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Stranas PPDT) 2020-2024.
Baca Juga: TNI AL Gelar Operasi Teritorial di Papua: Tiga Provinsi Jadi Prioritas
"Kemendes dalam perpres tersebut mengoordinasikan kementerian dan lembaga untuk bisa mengintervensi atau mengafirmasi daerah-daerah tertinggal yang ada di Indonesia saat ini," kata Taufik dalam rapat bersama panitia kerja pendidikan di daerah 3T dan marginal Komisi X DPR RI, Jakarta, Mei lalu.
Kemendes PDT juga mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di daerah tertinggal.
"Kemendes juga mengoordinasikan bagaimana menaikkan kompetensi atau SDM, mendorong potensi sumber daya alam desa atau daerah tertinggal agar bisa dimaksimalkan dengan baik supaya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































