HANKAM

Kolaborasi Kopasgat TNI AU dan USPACOM dalam Latihan Night Austere Airfield Operation

Kolaborasi Kopasgat TNI AU dan USPACOM dalam Latihan Night Austere Airfield Operation
(Dok Dispenau)

Jakarta,IDM - Puluhan personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan United State Pacific Command (USPACOM) berkolaborasi dalam latihan Night Austere Airfield Operation.

Mengutip keterangan resmi Dispenau, Austere Airfield Operation lebih dikenal dengan Operasi Perebutan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U) di lingkungan TNI yang termasuk sebagai bagian dari Operasi Udara Khusus (OUK). Austere Airfield Operation digelar dalam rangka mengoperasionalkan landasan udara yang sudah lama tidak pernah dipergunakan untuk pelaksanaan operasi udara militer.

(Dok Dispenau)

Latihan ini diawali dengan konsolidasi personel dan materiel yang dilaksanakan di Pusdiklat Kopasgat, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Minggu (7/8). “Para peserta diharapkan mempergunakan waktu yang ada sebagai ajang mempersiapkan materi latihan. Selain itu juga sebagai kesempatan saling tukar pengalaman dan ilmu kemiliteran,” ungkap Komandan Denmatra 1 Kopasgat Letkol Pas Tri Kurnianto P.W., saat memimpin konsolidasi personel.

Setelah melakukan konsolidasi, para personel kemudian melakukan gerakan pendahuluan berupa planning dan rehearsal yang dilanjutkan dengan Subject Matter Expert Exchange (SMEE).

Latihan dilanjutkan dengan pelaksanaan Airlanded Night Austere Airfield oleh pesawat MC-130 J Hercules US PACAF pada Senin (8/8) dini hari. Pesawat take off dari Lanud Husein Sastranegara Bandung menuju sasaran di kawasan Lanud Srimulyono Herlambang, Palembang.

(Dok Dispenau)

Pesawat tersebut membawa 6 personel Joint Terminal Attack Controller (JTAC), 10 personel Airbase Defense Guard (ADG) dari Denmatra 1, 8 personel Force Protection Unit (FPU) dan 2 rantis P-6 ATAV V3 dari Kopasgat serta 25 personel Amphibious Reconnaissance Platton (ARP) 31st Marine Expeditionary Unit (MEU) dan 8 personel Head Quarter Element (HQ EL) dari USPACOM.

Setelah airlanded Tim JTAC, ADG dan ARP melaksanakan perebutan dan menguasai tower ATC Bandara. Sementara tim FPU dengan 2 rantis P-6 ATAV V3, melaksanakan patroli keamanan di runway dan ring dalam bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

(Dok Dispenau)

Selain puluhan personel, sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga turut dikerahkan dalam latihan ini, di antaranya Pesawat Hercules MC-130 J US PACAF, Rantis P-6 ATAV V3 Satbravo 90 Kopasgat, Night Vision Googles (NVG), Radio Ground to Air dan Alkom perorangan Denmatra 1 dan Satbravo 90. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.