Kodiklatal Gembleng 101 Prajurit Calon Pasukan Khusus TNI AL

Jakarta, IDM - Dankodiklatal Letjen (Mar) Suhartono membuka pendidikan brevet (Dikbrevet) yang diikuti sebanyak 101 prajurit TNI AL, Surabaya, Selasa (19/9). Nantinya, mereka akan dicetak sebagai pasukan elite matra laut.
Dari 101 prajurit tersebut, di antaranya mengikuti pendidikan di empat sekolah di bawah Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) dan satu sekolah di bawah Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Komando Pendikan Marinir (Kodikmar).
Baca Juga: Asex-01 Natuna: TNI AL Kerahkan Fregat Ringan Multiperan dan Kapal Bantu Rumah Sakit
Adapun, sekolah yang berada di bawah Pusdiksus adalah lima orang mengikuti pendidikan di Sekolah Penerbangan TNI AL (Senerbal) dan 34 orang mengikuti pendidikan di Sekolah Komando Pasukan Katak (Sekopaska)

Kemudian, 11 orang melaksanakan pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel) dan delapan orang melaksanakan pendidikan di Sekolah Selam (Seselam). Sedangkan 43 orang melaksanakan pendidikan Sekolah Khusus Marinir (Sesusmar) Pusdikif.
Suhartono menyampaikan, pendidikan brevet TNI AL ini akan dilaksanakan selama tujuh hingga 18 bulan.
Baca Juga: TNI AL Jajaki Pengadaan Dua Combat Boat dan Satu Kapal Tunda
"Pendidikan ini bertujuan membekali para siswa menjadi prajurit dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai pasukan khusus TNI AL," jelasnya, dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Rabu (20/9).
"Kalian dipilih dan akan dididik menjadi prajurit berkemampuan khusus yang akan mengemban tugas khusus di jajaran TNI, baik Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































