HANKAM

Kodam Cenderawasih Sterilisasi Lokasi Ledakan Biak, Diduga Bom Perang Dunia II

bom
Insiden meledaknya bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II terjadi di kawasan Kompleks Perikanan Pandoi, Minggu (31/5). (Foto: Dok. X/@wathermonitor)

Jakarta, IDM – Ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II kembali mengingatkan akan bahaya laten sisa-sisa konflik masa lalu di Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Insiden yang terjadi di kawasan Kompleks Perikanan Pandoi, Minggu (31/5), menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya masih dalam pencarian.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan indikasi awal menunjukkan ledakan berasal dari bahan peledak peninggalan Perang Dunia II yang selama ini masih ditemukan di sejumlah wilayah Biak, yang pada masa perang menjadi salah satu medan pertempuran strategis di kawasan Pasifik.

Baca Juga: Menhan Periode 2014-2019 Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

Menyikapi kejadian tersebut, aparat gabungan TNI dan Polri segera menutup area terdampak dan melakukan penyisiran intensif guna mengantisipasi keberadaan bahan peledak lain yang belum meledak.

Tim penjinak bom bersama unsur teknis terkait diterjunkan untuk memastikan kawasan tersebut aman sebelum masyarakat kembali beraktivitas.

Langkah sterilisasi dianggap penting mengingat karakteristik bahan peledak lama yang masih dapat aktif meski telah terkubur selama puluhan tahun.

Baca Juga: Perwira TNI AD Alumni 1992-1995 Berkumpul di Kodiklatad, Ada Apa?

Kodam XVII/Cenderawasih juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan peninggalan perang, serta tidak melakukan pemindahan atau pembongkaran secara mandiri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman dari sisa-sisa perang masa lalu masih nyata dan memerlukan kewaspadaan seluruh pihak demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

“Kami meminta masyarakat tidak mendekati lokasi kejadian karena area tersebut masih dalam proses sterilisasi dan belum sepenuhnya aman,” ungkapnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.