Koarmada II Gelar Latihan Pemantapan Pengetahuan Senjata Ranjau Smart Mine EM-12

Jakarta, IDM - Koarmada II menggelar latihan pemantapan pengetahuan senjata ranjau smart mine EM-12 di Surabaya, Senin (14/11). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kaskoarmada II Laksamana Pertama TNI Andi Abdul Aziz.
Adapun, tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan tempur unsur ranjau dan mensinergikan kemampuan dengan unsur terkait sebagai unsur pendukung serta meningkatkan profesionalisme prajurit Koarmada II dalam bidang peperangan ranjau.

Andi menyampaikan, sasaran yang ingin dicapai dalam latihan ini adalah terwujudnya pengetahuan perwira pelaut KRI dan KAL Koarmada II tentang ranjau smart mine EM-12.
"Serta terwujudnya keterampilan menggunakan ranjau smart mine EM-12 dalam operasi peranjauan dan tercapainya pemahaman tentang pentingnya ranjau sebagai senjata pertahanan laut," ungkapnya dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (15/11).
Baca: Kadiskum AL: Satukan Pola Tindak dalam Hadapi Ancaman Konflik di Lapangan
Andi juga menekankan kepada seluruh peserta yang terlibat dalam pemantapan, agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, mengingat materi yang diberikan sangat bermanfaat dan mampu mendukung dalam penugasan nantinya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































