HANKAM

Koarmada II Akan Gelar Peringatan Tiga Tahun Tenggelamnya KRI Nanggala-402

KRI Nanggala-402.
KRI Nanggala-402. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM - Koarmada II akan menggelar kegiatan peringatan pengabdian dan pengorbanan awak kapal selam KRI Nanggala-402, pascatiga tahun yang lalu gugur di perairan Bali, tepatnya pada Rabu (21/4).

Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis 4/4), rencana tersebut diungkapkan dalam paparan rencana garis besar persiapan peringatan KRI Nanggala-402 yang dipimpin oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo di Surabaya.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Prancis, Indonesia Akan Membangun 2 Kapal Selam Scorpene

Dijadwalkan kegiatan peringatan duka kapal selam KRI Nanggala-402 akan berlangsung selama tiga hari, yaitu dari 19-21 April. Rencananya, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4). Beberapa hari kemudian, kapal selam itu dinyatakan tenggelam (subsunk). Ada 53 awak kapal yang gugur dalam insiden tersebut. Kapal selam disebut terbelah menjadi tiga bagian.

Proses pencarian dan upaya evakuasi yang juga melibatkan angkatan laut sejumlah negara dilakukan sebulan lebih, salah satu yang terlibat ialah Angkatan Laut Cina atau People Liberation Army (PLA Navy).

Baca Juga: KSAD: Spiritualitas dan Ketahanan Mental Aspek Perkokoh TNI AD

Dalam operasi salvage KRI Nanggala-402, Cina mengirimkan tiga kapal, yaitu PLA Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PLA Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863 dan Research Vessel (R/V) Tan Suo Er Hao. Dalam operasi salvage ini, telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting.

Perwakilan pemerintah Cina saat itu menyampaikan lebih dari satu bulan PLA Navy dan TNI AL bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk mengumpulkan dokumentasi berupa foto dan video serta melakukan pengangkatan sejumlah bagian dari KRI Nanggala-402 yang semua sudah diserahterimakan kepada pihak Indonesia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.