Koarmada I Tunggu Penempatan OPV dari Italia Oktober 2024 untuk Laut Natuna

Jakarta, IDM – Koarmada I tengah menunggu penempatan kapal patroli multiguna atau multipurpose Offshore Patrol Vessel (OPV) kelas Thaon di Revel dari Italia yang unit pertamanya dijadwalkan tiba di Indonesia pada Oktober 2024 ini.
Pangkoarmada I Laksamana Muda Yoos Suryono Hadi, mengungkapkan hal tersebut berdasarkan kajian penempatan OPV yang diusulkan sebelumnya kepada Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal).
Kajian untuk penempatan OPV berdasarkan konsentrasi geografi dan luas wilayah kerja Koarmada I, terlebih di perairan Natuna Utara hingga banyaknya kegiatan ilegal yang terjadi di Selat Malaka.
Baca Juga: Prajurit Yonif 318 Ikuti Latihan Taktis Tingkat Tim Gunung Hutan
"Kebetulan ini pada Oktober kalau (OPV Italia) sudah ada di sana (tiba di Indonesia) bisa mungkin digelar untuk di sana (wilayah kerja Koarmada I) di Natuna," ungkap Yoos dalam acara diskusi Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS) di Jakarta, Selasa (2/7).
Menurutnya, wilayah Koarmada I sangat membutuhkan gelar kekuatan dengan keberadaan kapal-kapal perang besar yang memiliki berat atau bobot minimal sekitar 750 ton untuk mampu menimbulkan deterrence effect atau daya gentar di laut terbuka.
"Untuk gelar kekuatan, kita sedang sampaikan ke Mabesal. Tentu yang diperlukan di sana (Koarmada I) adalah kapal-kapal yang jenis bobotnya sekitar 750 ton ke atas," ujar Yoos.
"Kalau kapal yang bobotnya kecil, jangankan untuk berpatroli, untuk hidup di laut terbuka saja dia susah. Kebetulan ini Oktober (OPV Thaon di Revel) sudah ada di sana (tiba di Indonesia) bisa mungkin digelar untuk (ditempatkan) di Natuna," tambahnya.
Baca Juga: KSAU dan Delegasi TNI AU Kunjungi Baykar Technology, Eksplorasi Teknologi Drone Canggih Asal Turki
Adapun Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Fincantieri, Italia, menyepakati kontrak pembelian dua unit OPV kelas Thaon di Revel, Kamis (28/3) lalu. Rencananya, unit pertama kapal patroli itu dikirim ke Indonesia pada Oktober 2024 dan unit kedua menyusul pada April 2025.
Pengadaan OPV itu direalisasikan Kemhan untuk menggantikan fregat Van Speijk kelas Ahmad Yani yang usianya tidak muda lagi namun masih menjadi artileri persenjataan angkatan laut (arsenal) pemukul milik TNI AL.
OPV kelas Thaon di Revel sangat fleksibel dengan standar teknologi canggih terbaru. Kapal ini mempunyai kapasitas untuk menjalankan berbagai fungsi, mulai dari patroli dengan kapasitas penyelamatan laut, operasi perlindungan sipil hingga misi tempur. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































