Kisah Bintara Muda TNI AD Dilantik Tanpa Kehadiran Orang Tua

Jakarta, IDM – Momen kebahagian tidak selalu dirasakan bersama orang-orang terkasih. Begitulah yang dialami sebagian prajurit Bintara Muda Zeni TNI AD yang baru saja dilantik menyandang pangkat Sersan Dua (Serda).
Dilansir dari keterangan Penpusziad, Sabtu (25/4), pada acara penutupan Pendidikan Pertama Bintara Zeni TNI AD Gelombang I TA 2026 di Lapangan Asrama Lawang Gintung Pusdikzi, Kota Bogor, Jawa Barat, ada sebagian prajurit menangis haru dipelukan orang tua namun ada yang tidak. Mereka tetap dalam barisan, berdiri tegak dalam diam dan hanya menerima ucapan lewat telepon singkat dan doa dari jarak jauh.
Baca Juga: Bakamla Punya Markas Baru di Pulau Setoko, Koordinasi Keamanan Laut Bakal Makin Cepat
"Sebagian dari mereka menerima ucapan selamat langsung dari orang tua dan keluarga. Namun, sebagian lainnya harus menahan haru dalam diam, karena orang tua belum dapat hadir menyaksikan momen penting tersebut. Jarak yang jauh dan berbagai kondisi keluarga membuat pertemuan itu harus tertunda," tulis keterangan Penpusziad.
Dijelaskan pula bahwa bagi para Bintara muda itu, pelantikan bukan akhir dari pendidikan selama delapan minggu. Pangkat Sersan Dua yang kini melekat di pundak mereka adalah jawaban atas doa orang tua di kampung halaman, buah dari pengorbanan keluarga, dan awal dari tanggung jawab baru sebagai prajurit TNI AD.
"Tidak semua kebanggaan harus dirayakan dengan pelukan di tempat yang sama. Ada kebanggaan yang lahir dari kejauhan, dari telepon singkat, dari doa seorang ibu, dari harapan seorang ayah, dan dari tekad seorang anak untuk mengabdi dengan sebaik-baiknya," tutup Penpusziad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































