Kiprah Syaukat Banjaransari, Sekretaris Militer Presiden era Soeharto Wafat di Usia 86 Tahun

Jakarta, IDM - Mayjen (Purn) Syaukat Banjaransari, Sekretaris Militer Presiden periode 1989-1993 meninggal dunia di usia 86 tahun. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (2/7).
Mengutip Okezone, Selasa (4/7) Syaukat merupakan perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Darat. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam pemerintahan Presiden Soeharto.
Baca Juga: Prajurit Menart 2 Marinir Terima Pembekalan Penugasan Satgasmar PAM Ambalat XXIX
Syaukat pernah dipercaya mengemban sejumlah jabatan, termasuk sekretaris militer presiden. Ia juga sempat menjabat sebagai Atase Pertahanan RI di India dan Sri Lanka.
Selain itu, sejumlah tanda jasa juga diraih Syaukat selama aktif di militer. Mengutip keterangan dari Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jkt, sejumlah tanda jasa tersebut antara lain Bintang Mahaputra Utama, Bintang Jasa Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya serta tanda kehormatan Veteran Pembela Kemerdekaan RI.
Baca Juga: 4.500 Personel Gabungan Akan Amankan Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua
Sosok kelahiran Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah pada 22 November 1936 tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Umum (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































