Ketua LSM Minta Maaf ke Panglima TNI Sebut Rekruitmen TNI AD Tidak Transparan

Jakarta, IDM – Ketua Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM), Marsel N. Ahang menyampaikan permohonan maaf kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes setelah memberikan pernyataan yang dinilai keliru dan menyesatkan di media sosial.
Dilansir dari keterangan Penkorem 161/Wira Sakti, Jumat (4/7) Marsel mengatakan bahwa proses seleksi TNI AD di wilayah Korem 161/Wira Sakti tidak transparan.
Baca Juga: Kronologi Letjen Novi Helmy Ditarik Kembali ke TNI Setelah Menjabat Dirut Bulog
"Dengan rendah hati saya mohon maaf selama ini saya hanya berasumsi tanpa dasar kuat, tetapi setelah saya menyaksikan sendiri proses seleksi, saya akui seluruh tahapan sangat transparan," ujar Marsel yang diajak langsung menyaksikan proses tes kesegaran jasmani calon prajurit TNI AD di Lapangan Bola Asrama TNI-AD Kuanino, Kupang, Kamis (3/7).
"Saya mohon maaf juga menyinggung perasaan masyarakat dan institusi TNI. Saat itu saya terpengaruh oleh informasi yang tidak benar, bahkan berasal dari anak saya sendiri," ungkap Marsel.
"Saya sudah mencabut pengaduan tersebut. Ke depan, saya berharap proses ini tetap melibatkan pengawasan independen untuk mencegah asumsi-asumsi liar di masyarakat," lanjut dia.
Menanggapi hal tersebut, Joao menegaskan bahwa seluruh proses seleksi prajurit TNI di wilayahnya dilakukan secara profesional dan bebas dari pungutan. Ia juga memastikan TNI AD membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pemuda untuk menjadi prajurit.
Baca Juga: Pangkoarmada RI Tinjau Sistem Radar Pantai hingga Marinir di Natuna
Joao juga mengklarifikasi kabar miring yang menyebut dirinya akan dicopot akibat laporan tersebut.
"Tiga pemuda yang dimaksud telah saya uji kembali dari awal, termasuk tes kesehatan, dan hasilnya tetap tidak memenuhi syarat. Data mereka akan tetap tercatat dan tidak bisa diubah. Saya tegaskan, saya tidak pernah bermain-main dalam proses ini," kata Joao. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































