Kesiapan Rudal KRI Sultan Iskandar Muda Hadapi Konflik Iran-Israel di Mediterania

Jakarta, IDM – Penjagaan perdamaian di perairan Lebanon bukan sekadar tugas patroli biasa bagi prajurit TNI AL. KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 membuktikan kesiapan tempurnya saat terjebak dalam eskalasi panas perang 12 hari antara Iran dan Israel di Laut Mediterania.
Komandan KRI SIM-367, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, menegaskan kapal perang jenis korvet kelas Sigma ini memiliki "taring" yang mematikan. Kapal ini mengusung kemampuan tempur lengkap, mulai dari peperangan anti-permukaan hingga pertahanan udara yang canggih.
"Kapal kita mempunyai kemampuan dasar atau kemampuan pokok untuk melaksanakan peperangan anti-permukaan, melawan kapal-kapal permukaan dengan kemampuan peluru kendali (rudal) kita," ujar Anugerah saat menceritakan pengalamannya, baru-baru ini.
Baca Juga: Terbang ke Serbia, Marinir Uji Langsung Ketangguhan Munisi Kaliber 122mm
Benteng Udara di Garis Api
Kesiapan persenjataan KRI SIM-367 teruji nyata saat rudal-rudal jelajah Iran melintas tepat di atas koordinat kapal untuk menyerang Israel. Dalam posisi berbahaya atau line of fire, radar pemantau udara kapal terus bekerja nonstop mendeteksi setiap pergerakan ancaman.
Anugerah menjelaskan, KRI SIM-367 mampu merespons berbagai ancaman udara secara efektif. Kapal ini tidak hanya mengincar pesawat tempur, tetapi juga siap menghancurkan pesawat nirawak (drone) hingga rudal musuh yang mencoba mendekat.
"Kita juga punya kemampuan peperangan anti-udara, kita mampu menghadapi ancaman peperangan udara baik itu yang datang dari pesawat maupun drone. Pun demikian, bisa menghadapi kemampuan rudal yang datang ke kita," tegas Anugerah yang juga selaku komandan satgas Maritim Task Force (MTF) Kontingen Garuda (Konga) XXVII- P Unifil.
Baca Juga: Bedah Taktik Perang Rusia-Ukraina, Koarmada II Siapkan Strategi Baru untuk Laut RI
Latihan Standar Dunia
Ketajaman sistem rudal dan radar ini merupakan hasil dari latihan intensif selama penugasan. KRI SIM-367 tercatat melakoni 150 kali latihan bersama angkatan laut asing, termasuk mengasah kemampuan peperangan udara bersama kapal jenis perusak (destroyer) milik Angkatan Laut Jerman.
Beberapa waktu lalu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan misi ini saat menyambut kepulangan mereka di Jakarta. Kesuksesan KRI SIM-367 dalam mengamankan perairan Mediterania menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan berdaya saing global. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































