Keren, Prajurit TNI AD Taklukan Atlet MMA China

Jakarta, IDM - Prestasi membanggakan diraih Prada Rio Tirto yang menumbangkan atlet MMA asal China Yang Wei Xiang dengan perolehan menang angka atau mutlak dalam ajang Internasional One Pride MMA 79 King Size New Champion.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Rabu, (3/7) Rio mengatakan pertandingan ini merupakan tanggung jawab dia sebagai petarung yang membawa nama negara.
Baca Juga: Koarmada II Turunkan Penerbang hingga Marinir untuk Operasi Trisila 2024
"Ini adalah tanggung jawab buat saya. Saya bertanding untuk membawa nama negara, pastinya saya harus memenangkan pertandingan ini," kata Rio.
Rio Tirto merupakan prajurit aktif TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang bertugas di kesatuan DENBEKANG XVIII/1.A Sorong, Papua Barat Daya.
Baca Juga: Kemhan Hadiri The 21st ASEAN Regional Forum Security Policy Conference di Laos
Pria asal Pontianak ini memang sudah sejak lama memiliki hobi bela diri. Rio mengawali karier MMA profesionalnya sejak 2019 di ajang One Pride MMA. Tercatat hingga saat ini telah delapan kali bertanding di One Pride MMA dengan rekor belum pernah kalah. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































