HANKAM

Keren dan Mematikan, Filosofi Satuan TNI AD Ini Terinspirasi dari Predator Buaya!

Prajurit Brigif TP 84/Uggor Abiresso.
Prajurit Brigif TP 84/Uggor Abiresso. (Foto: Dok. Brigif TP 84/Uggor Abiresso)

Jakarta, IDM – Di tangan para prajurit TNI AD hewan reptil purba yaitu buaya bisa bertransformasi menjadi sebuah doktrin tempur yang sangat disegani. Adalah Brigif TP 84/Uggor Abiresso, satuan elite yang mengadopsi filosofi predator ini.

Dilansir dari keterangan Penbrigif TP 84, Rabu (8/7), satuan baru yang berdomisi di wilayah Manokwari Selatan, Papua Barat ini mengambil inspirasi dari karakter buaya karena simbol kekuatan, kesabaran, kecerdasan, dan ketepatan dalam bertindak.

Baca Juga: TNI Kini Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

"Seperti buaya yang tidak tergesa-gesa saat berburu, setiap prajurit dituntut mampu membaca situasi, menguasai medan, menjaga kerahasiaan, serta memilih waktu terbaik untuk melaksanakan tindakan yang menentukan," tulis keterangan Penbrigif TP 84.

Lebih lanjut dijelaskan nilai tersebut diwujudkan melalui semboyan "Tempore Electo Ferit", yang berarti "Ia Menyerang pada Waktu yang Dipilih." Maknanya, keberhasilan bukan ditentukan oleh siapa yang bergerak lebih dahulu, melainkan oleh siapa yang mampu bertindak pada momentum yang paling tepat. Kesabaran, kecermatan, dan ketegasan menjadi landasan setiap keputusan dalam melaksanakan tugas.

"Semangat ini selaras dengan slogan dari kecabangan infanteri yaitu "Cari, Dekati, Hancurkan." Tahapan tersebut menggambarkan proses operasi yang terencana yaitu mengenali sasaran melalui pengamatan dan pemahaman medan, mendekati dengan disiplin, kesabaran, serta manuver taktis, kemudian melaksanakan penghancuran secara cepat, tepat, dan efektif ketika peluang telah matang," tambah keterangan tersebut.

Baca Juga: Adaptasi Doktrin Perisai Trisula Nusantara, Kohanudnas Kuatkan Sensor dan Kodal

Kemudian ditambahkan bahwa seluruh prajurit Brigif TP 84/UA dipersatukan dalam motto "Satu Komando, Tak Gentar, Tak Goyah." Satu Komando mencerminkan persatuan langkah, pikiran, dan tindakan. Tak Gentar melambangkan keberanian menghadapi setiap tantangan dengan profesionalisme dan disiplin. Tak Goyah menunjukkan keteguhan hati, konsistensi, serta loyalitas dalam menyelesaikan setiap misi tanpa mudah dipengaruhi keadaan.

"Filosofi ini diperkuat oleh nilai-nilai kehormatan prajurit, yaitu disiplin, profesionalisme, loyalitas, dan pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut membentuk karakter prajurit yang tangguh, berintegritas, berjiwa korsa, dan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi," tutup Penbrigif TP 84.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.