TNI Kini Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

Jakarta, IDM – TNI kini memiliki markas komando dan pengendalian (kodal) kendaraan nirawak atau drone untuk operasional Satgas TNI di Papua.
Markas kodal itu diberi nama Gedung Centralized Drone Command Center yang diresmikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Minggu (5/7). Markas berlokasi di kompleks Batalion Infanteri (Yonif) 754/ENK Timika, Mimika, Papua Tengah.
Nantinya, kodal drone tersebut di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.
Baca Juga: Pushidrosal Bidik Standardisasi Profesi Hidrografer di Kementerian hingga BUMN
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan, Centralized Drone Command Center merupakan fasilitas yang dibangun untuk mendukung pemanfaatan teknologi nirawak dalam pelaksanaan tugas TNI secara lebih efektif, terintegrasi, dan modern.
“Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan, pengumpulan informasi, serta mendukung proses pengambilan keputusan di lapangan,” kata Nas kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Rabu (8/7).
Nas mengatakan, fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sistem komando dan pengendalian berbasis teknologi.

“Pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku,” tutur Kapuspen TNI.
Selain itu, Menhan Sjafrie dan Panglima Agus juga meresmikan Markas Kogabwilhan III pada hari yang sama.
Baca Juga: TNI AL Riset Kapal Selam Nirawak KSOT Berbasis AI
“(Peresmian) Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Makogabwilhan) III dan Central Drone Command Center sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pertahanan nasional,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Lewat peresmian Makogabwilhan III dan markas kodal drone, Kemhan dan TNI berkomitmen dalam mempercepat modernisasi fasilitas pertahanan, meningkatkan kesiapan operasional satuan, serta memberikan penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam pelaksanaan tugas.
“Penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung di Papua diharapkan semakin meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas prajurit sekaligus memperkokoh postur pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tulis Puspen TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































