Keren, Aksi Pasukan Yonif PR 501 Kostrad Bersama AS, Jerman, dan Australia di Latma Talisman Sabre

Jakarta, IDM - Sebanyak 31 prajurit dari pasukan Yonif PR 501/Bajra Yudha (BY) Kostrad bersama pasukan elite dari Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Australia berhasil menguasai sasaran musuh dengan cepat dalam latihan bersama (latma) Talisman Sabre, Australia, Sabtu, (22/7).
Dilansir keterangan resmi Penkostrad, Senin, (24/7) disebutkan pasukan gabungan ini melaksanakan kegiatan infiltrasi dilanjutkan dengan serangan ke beberapa sasaran yang telah di tentukan untuk dikuasai.

Setelah merebut sasaran pasukan Yonif PR-501/BY langsung bergerak cepat melaksanakan eksfiltrasi dan konsolidasi untuk melanjutkan ke sasaran berikutnya.
Baca Juga: Dua KRI TNI AL Gelar Latihan Passex dengan Kapal Perang Italia di Laut Jawa
Danyonif PR-501/BY yang memimpin langsung Pasukan Langit Bajra Yudha menyampaikan harapannya dengan latihan ini prajurit yang terlibat mampu menguasai materi dan dapat mentrasfer ilmu yang didapat kepada prajurit lain di Indonesia. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































