HANKAM

Kerahkan Ribuan Personel hingga Beragam Alutsista, Pangkoopsudnas: TNI AU Dukung Suksesnya Pelantikan Presiden dan Wapres

Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tedi Rizalihadi usai memimpin apel kesiapan satuan tugas udara (Satgasud) untuk pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (RI) pada 20 Oktober 2024. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan bahwa TNI Angkatan Udara (TNI AU) mendukung suksesnya pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI yang rencananya terlaksana pada Minggu, 20 Oktober 2024.

“TNI AU insyaAllah mendukung secara penuh demi suksesnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bapak Prabowo dan Bapak Gibran,” ungkap Marsdya TNI Tedi Rizalihadi usai memimpin apel kesiapan satuan tugas udara (Satgasud) pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang digelar di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, seperti dikutip dari tayangan kanal YouTube Kompas, Kamis (17/10).

Baca Juga: Pangkoopsudnas Pimpin Apel Kesiapan Satgasud Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres

Dukungan TNI AU tersebut diimplementasikan dengan mengerahkan ribuan personel hingga beragam alat utama sistem persenjataan (alutsista), seperti pesawat tempur, pesawat intai, pesawat angkut, dan helikopter.

Satgasud
Apel kesiapan satuan tugas udara (Satgasud) untuk pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024 yang digelar di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (IDM/Faisal Ramadhan)

“Sebelum kegiatan apel digelar di Monas, TNI Angkatan Udara mengecek seluruh kesiapan. Kita (TNI AU) menyiapkan satu flight pesawat tempur F-16, terdiri dari empat pesawat, lengkap dengan armament (persenjataan) dan lain-lainnya dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru,” jelas Marsdya TNI Tedi.

“Kemudian, kita juga menyiapkan 8 pesawat angkut, baik itu pesawat Boeing. Boeing ini ada dari Skadron 5, Boeing intai (yang lengkap) dengan kameranya bisa mengawasi ibu kota selama pegerakan di bawah (darat). Termasuk personel, kita siapkan Kopasgat dan juga unsur pertahanan pangkalan. Semuanya itu berjumlah 2.254 (personel),” sambung dia.

Baca Juga: TNI AD Siagakan Alutsista dan Siap Gerak Amankan Pelantikan Presiden dan Wakil

Selain itu, TNI AU juga dilaporkan mengerahkan 8 helikopter berjenis Caracal EC-725, H225M, dan Super Puma yang berasal dari Lanud Atang Sendjaja. Helikopter-helikopter tersebut disiagakan, salah satunya untuk melakukan evakuasi medis (medivac) apabila terdapat kontijensi yang mengharuskan evakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Tadi rekan-rekan sudah melihat lengkap (helikopter) dengan mini ICO dan kemudian juga terdapat helikopter Caracal sebagai penindak ancaman (dengan level) lowspeed, lengkap dengan senapannya. Ini adalah wujud kesiapan (TNI AU),” pungkas Pangkoopsudnas. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.