HANKAM

Kerahkan Enam Pesawat, TNI AU Percepat Distribusi 81,3 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Pesawat A400M
Pesawat A400M yang dikerahkan TNI AU untuk membawa bantuan bagi korban gempa bumi di NTT. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Misi kemanusiaan TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut. Hingga kini, TNI AU masih mengerahkan kekuatan udaranya untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak, dengan enam pesawat angkut dikerahkan dalam misi terbaru.

Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) yang dikutip Selasa (18/8), enam pesawat tersebut yakni dua unit C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu A400M, dan dua Boeing 737.

Baca Juga: TNI Resmikan Kampung Papua Damai Pertama di Bumi Cenderawasih

Seluruh pesawat tersebut lepas landas dari Posko Bencana Alam TNI AU yang berlokasi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (17/8) dengan tujuan yang berbeda, yakni Labuan Bajo serta Maumere.

Dalam implementasinya, tiga pesawat yaitu C-130J Super Hercules, C-130 Hercules, dan A400M mengudara menuju Labuan Bajo. Masing-masing pesawat membawa bantuan seberat 13.500 kilogram, 13.504 kilogram, dan 20.779 kilogram.

Proses loading bantuan
Proses loading bantuan untuk korban gempa bumi NTT ke dalam pesawat TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

Sementara itu, tiga pesawat lainnya, C-130J Super Hercules beserta dua pesawat Boeing 737 lepas landas menuju Maumere. C-130J Super Hercules terbang dengan mengangkut bantuan seberat 13.563 kilogram. Kemudian, dua Boeing 737 mengudara dengan bantuan masing-masing seberat 10.000 kilogram.

Baca Juga: KSAU: Seluruh Aset TNI AU Dioptimalkan untuk Percepat Penyaluran Bantuan Korban Gempa NTT

“Total bantuan yang diangkut enam pesawat TNI AU mencapai 81.346 kg atau sekitar 81,3 ton. Bantuan tersebut meliputi sembako, tenda, generator set, obat-obatan hingga perlengkapan SAR,” jelas Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pengerahan enam pesawat tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AU untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. "Pengerahan pesawat TNI AU ini merupakan bentuk dukungan untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak bencana,” ujar Kadispenau.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.