HANKAM

Kenang Pengabdian Prajurit, Purnawirawan TNI AL Peringati HUT Kemerdekaan di KRI Radjiman

PPAL gelar upacara peringatan HUT ke-79 RI di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 saat berlayar dari Tanjung Priok menuju Teluk Jakarta, Sabtu (17/8). (Foto: Dok. Dispenal)
PPAL gelar upacara peringatan HUT ke-79 RI di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 saat berlayar dari Tanjung Priok menuju Teluk Jakarta, Sabtu (17/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM –  Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) menggelar upacara peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, Jakarta, Sabtu (17/8).

Pantauan Indonesia Defense Magazine, kapal bantu rumah sakit itu mulai berlayar dari dari dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, menuju Teluk Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Mobil Nasional Maung Pindad Besutan Prabowo Dipamerkan di Gelar Alutsista HUT RI di IKN

Kemudian, upacara yang dipimpin oleh Ketua Umum PPAL Laksamana (Purn) Siwi Sukma Adji dimulai pada pukul 10.00 WIB di tengah Teluk Jakarta, ditandai dengan bunyi gaok kapal sebagai puncak peringatan detik-detik proklamasi. Para purnawirawan tampak mengheningkan cipta selama tiga menit. Setelah itu, kapal sandar kembali dermaga sekitar pukul 12.00 WIB.

PPAL
(Foto: Dok. Dispenal)

Pada kesempatan tersebut, Siwi mengungkapkan alasan pelaksanaan upacara di atas KRI sembari joy sailing atau berlayar menggunakan kapal perang bagi para pengunjung (non-awak), agar mengenang pengabdian puluhan tahun sebagai prajurit angkatan laut.

Baca Juga: Kolonel Inf Nur Wahyudi, Komandan Sat 81 Kopassus yang Jadi Komandan Upacara HUT ke-79 IKN

"Ini adalah salah satu bentuk karena pengabdian kita sebagai tentara prajurit Jalasena sekian puluh tahun. Saat ini kami mengenang, merasakan denyutan nadi di tengah laut untuk melihat kuasa Tuhan," ungkap Siwi kepada awak media di sela-sela pelayaran di Teluk Jakarta.

Selain itu, Siwi yang mewakili seluruh purnawirawan TNI AL mengaku ingin memberikan warisan nilai-nilai kepada bangsa, khususnya kepada masyarakat dan generasi muda maritim.

"Marilah kita berikan rasa syukur dan cinta kepada negara dan bangsa dengan wujud apa yang kita lakukan saat ini. PPAL akan selalu memberikan suatu warisan nilai-nilai yang sangat berharga untuk generasi muda yang akan datang," ucapnya.

Selain memperingati hari kemerdekaan, pelayaran dengan KRI Radjiman Wedyodiningrat ini juga sebagai syukuran HUT ke-38 PPAL yang saat ini jumlahnya mencapai sebanyak 57.000 orang.

Siwi menyebutkan, syukuran ini bertujuan membangun kebersamaan serta silaturahmi lintas generasi, antara pengurus PPAL pusat dan seluruh anggota dengan para prajurit TNI AL yang masih aktif.

"Usia 38 tahun ini menjadi momen bersama untuk mewujudkan rasa kesatuan dan persatuan antara generasi yang masih aktif maupun purna serta elemen maritim lainnya," tandasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.