HANKAM

Kemhan RI Kini Punya Enam Badan, Bisa Urusi Kegiatan Farmasi hingga Komcad

Ilustrasi komponen cadangan.
Ilustrasi komponen cadangan atau komcad. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI kini memiliki enam badan setelah diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2025 merevisi Perpres Nomor 151 Tahun 2024 tentang Kementerian Pertahanan.

Enam badan itu antara lain Badan Logistik Pertahanan, Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan, Badan Cadangan Nasional, Badan Teknologi Pertahanan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan serta Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan.

Sebelum ini, Kemhan memiliki empat badan, yakni Badan Sarana Pertahanan (Baranahan), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat), dan Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Bainstrahan).

Baca Juga: Sudah Lama Tak Menembak, Pangdam Jebolan Kopassus Tantang Dua Penembak Jitu

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan RI Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang mengatakan, enam badan baru itu merupakan penyesuaian badan-badan yang sudah eksisting.

“Jadi sebenarnya itu bukan badan baru ya. Yang Baloghan (Badan Logistik Pertahanan) itu kan dari Baranahan. Terus yang Badan Pengembangan SDM itu dari Badiklat. Terus yang dari Teknologi itu Balitbang. Kemudian Badan Informasi itu dari Bainstrahan,” kata Frega saat dikonfirmasi, Kamis (7/8).

Frega menyebut, badan baru yang dibentuk adalah Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan dan Badan Cadangan Nasional.

Pada Pasal 7 ayat f1 dijabarkan salah tugas Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan, yakni Kemhan RI bertugas untuk “pemeliharaan alat peralatan pertahanan dan keamanan, sarana pertahanan, serta pengoordinasian kegiatan farmasi pertahanan”.

Baca Juga: TNI Akan Resmikan Enam Kodam Baru dalam Upacara Kehormatan Militer, Ini Daftarnya

“Unsurnya sudah ada, tapi ada badan baru di situ, Baharwat. Tujuannya ini untuk pemeliharaan dan perawatan yang disentralisasi di Kementerian Pertahanan,” tutur Frega.

Frega mengatakan, Baharwat memiliki fungsi merawat dan memelihara alat utama sistem persenjataan (alutsista) atau alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) ketiga matra.

“Misalnya beli alat komunikasi, Angkatan Darat beli versinya A misalnya, Angkatan Laut versi B, Angkatan Udara versi C. Nah, pemeliharaannya itu kan masing-masing. Nah, sekarang dengan adanya sinkronisasi di Kementerian Pertahanan, kita lihat A, B, C, (jadi) kita pakai yang B aja (misalnya),” kata Frega.

Baca Juga: Perkuat Kapabilitas Tempur Jarak Dekat, Kopasgat Gelar Latma CQB dengan US PAT SOFLE

“Sehingga semuanya pakai B, tapi compatible. Nah, pemeliharaan dan perawatannya bisa terpusat,” ujar dia.

Kemhan RI juga memiliki badan yang fokus mengurus komponen cadangan atau komcad yaitu Badan Cadangan Nasional. Badan ini merupakan pengembangan dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan.

“Karena kan makin banyak ini komcad. Sentralisasi kan juga di Kementerian Pertahanan. Nah, itu makanya dibuat ada Badan Cadangan Nasional,” kata Frega. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.