HANKAM

Kemhan Rehabilitasi Puluhan Prajurit TNI Disabilitas untuk Berkarier di Luar Militer

Kemhan Rehabilitasi Puluhan Prajurit TNI Disabilitas untuk Berkarier di Luar Militer
Pelaksana Tugas Kapusrehabkeshan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI dr. Sunaryo Kusumo membuka program “Rehabilitasi Terpadu Return to Duty Angkatan 51 Gelombang II Tahun Anggaran 2026” (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI melalui Pusat Rehabilitasi Kesehatan Pertahanan Kemhan RI melaksanakan rehabilitasi puluhan prajurit TNI yang cedera atau penyandang disabilitas.

Rehabilitasi itu dilaksanakan lewat program “Rehabilitasi Terpadu Return to Duty Angkatan 51 Gelombang II Tahun Anggaran 2026” di Pusrehabkeshan Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7).

Kegiatan diikuti 85 personel TNI dan pegawai negeri sipil (PNS) Kemhan penyandang disabilitas dari berbagai satuan di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, berlangsung selama empat bulan atau hingga akhir November 2026. Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di Jakarta dan Surakarta.

Baca Juga: Targetkan Ribuan Hunian, Satgas PRR Groundbreaking Huntap di Padang Sidimpuan dan Tapanuli Selatan

Pelaksana Tugas (Plt) Kapusrehabkeshan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI dr. Sunaryo Kusumo dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat peserta dalam menjalani rehabilitasi secara holistik.

“Harus ada niatan dari para peserta bahwa berangkat ke sini dan pulang harus lebih baik,” kata Brigjen dr. Sunaryo, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahan Kemhan.

Lewat program rehabilitasi tersebut, peserta akan mendapatkan pelayanan medis, bimbingan psikologis, dan pelatihan vokasional sesuai kebutuhan masing-masing.

Baca Juga: JOEP 2026, Langkah TNI AU-RSAF Perluas Wawasan Perwira Muda dan Perkuat Kerja Sama Militer

Kapusrehabkeshan mengatakan bahwa rehabilitasi bertujuan menjadikan peserta pribadi yang mandiri, profesional, dan mampu berwirausaha.

“Kemandirian mencakup kesiapan mengurus diri sendiri maupun menghadapi masa purna tugas. Sementara aspek profesional diarahkan agar peserta memiliki keterampilan baru sebagai bekal karier di luar tugas kemiliteran,” kata Kapusrehabkeshan.

Adapun sejumlah peserta biasanya prajurit TNI yang mengalami cedera atau disabilitas setelah operasi militer perang (OMP) atau operasi militer selain perang (OMSP).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.