Kemhan: Pasukan TNI Stabilisasi Gaza Fokus Rekonstruksi dan Pelayanan Medis, Bukan Lucuti Senjata Hamas

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI menyatakan bahwa pasukan TNI disiapkan untuk stabilisasi di Jalur Gaza, Palestina. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait membantah bahwa TNI akan dikerahkan untuk melucuti senjata Hamas.
“Dapat kami tegaskan bahwa fokus perencanaan Indonesia dalam kerangka dukungan stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah unsur rekonstruksi serta pelayanan kesehatan atau medis,” ujar Rico dalam keterangan pers, Kamis (12/2).
Rico menambahkan bahwa narasi pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament, tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia.
Baca Juga: 4 Program Prioritas TNI AD di Tahun 2026
“Indonesia hadir untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan, bukan untuk memerangi atau berhadapan dengan pihak yang bertikai,” kata Rico.
Pada prinsipnya, lanjut Rico, kontribusi Indonesia akan tetap berada dalam koridor stabilisasi, rekonstruksi, dan pelayanan kesehatan.
“Hal-hal yang bersifat operasional, termasuk komposisi akhir unsur yang dikerahkan, tetap menunggu kejelasan mandat internasional, aturan misi, serta keputusan resmi pemerintah,” ucap Rico.
Baca Juga: Panen Cabai di Perbatasan, Danpos: Pertanian Berperan Strategis untuk Kesejahteraan
Sebelumnya, BBC melaporkan bahwa TNI akan bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional (ISF) untuk Gaza. Disebutkan dalam berita itu, TNI akan membantu mengamankan daerah perbatasan di Gaza dan memastikan demilitarisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas.
Adapun Markas Besar TNI dan angkatan telah mengadakan seleksi untuk pemilihan prajurit untuk dikirim ke Gaza. Rencananya, kontingen akan dipimpin perwira tinggi (pati) bintang tiga.
Pasukan akan terdiri dari tiga Brigade Komposit. Dalam satu brigade akan terdapat batalion kesehatan, batalion zeni, dan batalion bantuan mekanis. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































